Suami Catat, Ini yang Diinginkan Istri Demi Kepuasan Bercinta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kaum perempuan sejatinya mengharapkan pasangannya memahami bahasa tubuh mereka bahwa ada sesuatu khusus yang mereka ingin lakukan, seks misalnya.

Sayangnya, mayoritas perempuan tak bisa mengatakan hal tersebut, mereka lebih memilih untuk menyimpannya dalam hati. Padahal komunikasi sangat dibutuhkan dalam hubungan pernikahan.

Sehingga pria terus menebak-nebak dan bisa jadi takut untuk mencoba sesuatu yang mungkin disukainya. Jadi untuk mengatasi masalah itu, berikut panduan mengenai apa yang perempuan benar-benar ingin kamu lakukan di atas ranjang.

Berbicara seksi

Kamu mungkin akan terkejut betapa perempuan menyukainya ketika pasangannya berbicara seksi di tempat tidur. Ini biasanya terjadi selama panasnya gairah ketika mereka ingin kamu mengatakan sesuatu. Hal ini bukan hanya membuat kamarmu menjadi lebih beruap, melainkan juga akan menciptakan sensasi seks yang takkan terlupakan.

Perlahan-lahan

Melansir Times of India, baik itu ciuman, seks, atau foreplay, kamu tidak selalu harus melakukannya dalam 10 menit. Pelan-pelan saja, buat perempuanmu menikmatinya. Dan pastikan pasanganmu berada dalam mood yang baik. So, silahkan bekerja dengan cara terbaikmu.

Membuka pakaian

Alih-alih dia menanggalkan pakaiannya sendiri, perempuan menyukainya ketika pasangan mereka menanggalkan pakaian mereka. Ada dua cara untuk melakukannya dan itu adalah dengan agresif atau lembut. Namun saat kamu sedang agresif, dalam mood untuk merobek pakaian, pastikan itu bukan sesuatu yang terlalu mahal untuk dirusak ya! Bisa-bisa, bukannya membuat perempuanmu tambah bergairah, ia justru murka terhadap aksi liarmu.

Pujian

Sama seperti kaum Adam, perempuan juga ingin laki-laki yang dicintainya memberikan pujian. Puji dia dengan pakaian dalam yang ia kenakan atau bagian tubuhnya, misalnya. Biarkan dia merasa percaya diri dan lihat bagaimana dia mekar di tempat tidur.

Aroma tubuh yang wangi

Pastikan tubuhmu harum ya! Jauh dari aroma bau ketiak atau matahari! Jangan lupa untuk menggunakan antiperspirant kecuali kamu memiliki fettish ketiak. Pakai juga parfum yang dia sukai! Dijamin, dia akan selalu nempel deh.

“Garis finis”

Silakan mencoba yang terbaik untuk bertahan lama, entah teknik atau pun gaya. Sebab, berbeda dengan laki-laki, perempuan membutuhkan waktu untuk mencapai klimaks alias orgasme.

“Going down”

Kebanyakan perempuan tidak mengatakannya, tetapi mereka ingin pasangan mereka “going down”, seperti pria mengharapkan pasangannya melakukan hal yang sama. Tindakan seks bukanlah yang membuat mereka orgasme tetapi seks oral yang membuatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini