Spoiler Alert! YoonA SNSD Lawan Yang Kyung Won Sendirian di Episode 5 ‘Big Mouth’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Di episode sebelumnya dari drama ‘Big Mouth’, Go Mi Ho (diperankan oleh YoonA SNSD) dengan berani menghampiri ke keributan. Ia ingin membersihkan nama suaminya yang dituduh sebagai ‘Tikus Besar’.

Tak takut mempertaruhkan nyawanya, Go Mi Ho dengan berani melibatkan dirinya dengan menggertak bahwa dia memiliki surat kabar mendiang Profesor Seo. Dia bahkan mencoba membuat kesepakatan dengan Walikota Choi Do Ha (diperankan oleh Kim Joo Heon).

Melansir dari Soompi, episode selanjutnya dari drama ini akan menampilkan Go Mi Ho yang mengambil tindakan lebih jauh. Dengan bertemu Gong Ji Hoon (diperankan oleh Yang Kyung Won) yang lebih ‘powerful’ secara pribadi.

Keduanya benar-benar sendirian, tanpa ada orang lain di sekitar untuk mendengar percakapan mereka. Meski kekuatan Gong Ji Hoon yang sangat besar dan bersikap angkuh.

Ia juga kerap merendahkan Go Mi Ho yang cukup mengintimidasi. Go Mi Ho bahkan tak mengedipkan matanya saat dia tanpa ragu membalas tatapannya.

Ia melakukan pertemuan itu bertujuan untuk bekerja sama dengan Gong Ji Hoon. Go Mi Ho bernegosiasi dengannya untuk membebaskan suaminya yang dijerat hukuman penjara.

Sementara itu, episode kelima dari drama ‘Big Mouth’ ini tayang pada 12 Agustus 2022 pukul 21.50 WIB. Dramanya bisa kalian saksikan melalui layanan streaming Disney+.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini