Spion Mobilnya Dibobol Maling, Ussy Beri Sayembara Rp5 Juta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar tak sedap datang dari penyanyi Ussy. Istri Andika Pratama ini baru saja terkena musibah kehilangan spion mobil yang digondol maling.

Peristiwa itu diunggah Ussy lewat akun Instagramnya. Ussy membagikan sosok dua orang pria pencuri spion mobilnya yang tertangkap kamera CCTV.

“Eeehh mas mas.. piye iki mas.. smoga berkah ya mas, klo memang buat buat beli makanan malam ini kita ikhlas ,asal jangan buat beli bahan2 permabokan ya mas, takut nanti perut nya melilit mas, perihhh,” tulis Ussy, Selasa 20 Juli 2021.

Tak sampai di situ, Ussy juga membuka sayembara bagi siapa saja yang menemukan dua pencuri tersebut. Tak tanggung-tanggung, ibu empat anak ini bakal memberi uang tunai sebesar lima juta Rupiah.

“Yang bisa dapetin ini 2 orang, kasih bukti bener2 mrk, DM aq yaakk (rahasia terjamin) aq kasih 5 juta cash. Bukan karena harga spion nya sih, pengen aja kenalan sama nih maling2 biar bisa salaman,” kata Ussy.

Alhasil, musibah yang ia alami ini turut membuat geram netizen. Apalagi, peristiwa terjadi di momen hari raya Idul Adha.

“Ya Allah ada-ada aja ya lagi lebaran,” kata akun hepidavid.

“Nekat ya,” kata akun ollaregar.

“Ya Allah tega banget tuh orang,” tulis akun susiaminaputry.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini