Song Kang Cemburu Lihat Han So Hee dengan Cowok Lain di ‘Nevertheless’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Kalau episode ‘Nevertheless’ sebelumnua menampilkan Han So Hee bertemu dengan Lee Yul Eum. Minggu ini gilaran Song Kang yang bertemu dengan Chae Jong Hyeop.

JTBC telah membagikan potongan gambar dari episode terbaru drama ‘Nevertheless’ yang akan tayang malam ini, Sabtu 24 Juli 2021. Tentunya, alur cerita percintaan mahasiswa ini semakin menarik untuk diikuti.

Pada episode ‘Nevertheless’ sebelumnya, Yoo Na Bi (diperankan oleh Han So Hee) mengakhiri sesuatu dengan Park Jae Eon (Song Kang). Dinamika hubungan keduanya pun berubah.

Bertekad untuk memenangkannya kembali hati Yoo Na Bi, Park Jae Eon secara sukarela menjadi asisten untuk pameran galerinya. Ia berusaha untuk mendapatkan kembali kepercayaan Yoo Na Bi.

Dalam episode drama yang akan datang, Park Jae Eon melakukan perjalanan jauh dalam upaya untuk merebut kembali hati Yoo Na Bi. Namun, ia menghadapi saingan baru dalam bentuk teman masa kecilnya Yang Do Hyuk (diperankan oleh Chae Jong Hyeop).

Potongan gambar yang baru dirilis menunjukkan Park Jae Eon mengenakan ekspresi sedih saat dia bertemu Yoo Na Bi bersama dengan Yang Do Hyuk. Yoo Na Bi melihat kembali padanya dengan perasaan yang bertentangan melintas di wajahnya, sementara Yang Do Hyuk tampak kaku saat dia menatap canggung pada tamu tak diundang mereka.

Dilansir dari Soompi, Song Kang memberi sedikit bocoran tentang ‘Nevertheless’ memasuki paruh kedua penayangannya. Ia mengatakan, “[paruh kedua] drama ini akan menggambarkan perubahan emosi karakter, termasuk emosi Yoo Na Bi dan Park Jae Eon, dan perjalanan penyelesaiannya perasaan itu.”

“Saya pikir Anda akan dapat lebih menikmati drama ini jika Anda fokus pada aspek-aspek cerita tersebut. Tolong tunjukkan banyak cinta untuk paruh kedua yang baru dibuka dari ‘Namun demikian’,” lanjutnya.

Sementara itu, Han So Hee menggoda, “Tolong perhatikan perubahan hubungan antara Yoo Na Bi dan Park Jae Eon. Jika Anda fokus pada kisah pertumbuhan individu Yoo Na Bi dan Park Jae Uhn, Anda akan dapat menikmati menonton ‘Nevertheless’ lebih banyak lagi.”

Sementara itu, ‘Nevertheless’ tayang setiap hari Sabtu pukul 23.00 KST atau 21.00 WIB di JTBC.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini