Soal dan Jawaban Materi Penjumlahan dan Perkalian 1-3 SD di TVRI 6 Oktober 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut soal dan kunci jawaban materi ‘Penjumlahan dan Perkalian’ di TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Selasa, 6 Oktober 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Tentukan hasil penjumlahan berikut ini!

a. 26

8

—— +

b. 35

7

—— +

a. 26
8
—— +
34

b. 35
7
—— +
42

2. (Khusus untuk kelas 2 dan 3)

a. Pak Ali membeli 5 kardus roti. Pada setiap kardusnya berisi 2 bungkus roti. Berapa jumlah seluruh roti yang dibeli Pak Ali?
b. 6 x 3 = … + … + … + … + … + … = ….

a. Diketahui:
Roti pak Ali = 5 kardus
1 kardus = 2 bungkus roti

Ditanya:
Berapa jumlah seluruh roti yang dibeli Pak Ali?

Penyelesaian:
Jumlah seluruh roti yang dibeli Pak Ali = Jumlah Kardus x Jumlah Roti per kardus

= 5 x 2 = 10 bungkus roti
Jadi jumlah seluruh roti yang dibeli Pak Ali adalah 10 bungkus roti

b. 6 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 18

3. (Khusus untuk kelas 2 dan 3)

Gambarkan perkalian berikut dengan kelompok benda!
a. 2 x 8 = ….
b. 7 x 3 = ….

3. Untuk menjawab soal ini, adik-adik perlu dibimbing oleh orang tua
a. 2 x 8 = 8 + 8 = 16
Contoh kali ini, kita menggunakan contoh menggunakan buah jeruk.
Soal dan Jawaban Materi Penjumlahan dan Perkalian 1-3 SD di TVRI 6 Oktober 2020

b. 7 x 3 = 7 + 7 + 7 = 21
Contoh kali ini, kita menggunakan contoh menggunakan buah apel.
Soal dan Jawaban Materi Penjumlahan dan Perkalian 1-3 SD di TVRI 6 Oktober 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini