Soal dan Jawaban Materi Pembelajaran Tematik 1-3 SD di TVRI 12 November 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut soal dan kunci jawaban materi ‘Pembelajaran Tematik’ di TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Kamis, 12 November 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Bandingkan pasangan bilangan berikut ini!
a. 15 ……………. dari 17
b. 19 ……………. dari 16
c. 15 ……………. dari 12

a. 15 lebih kecil dari 17
b. 19 lebih besar dari 16
c. 15 lebih besar dari 12

2. Dayu memiliki 4 koin senilai Rp200,00 dan 5 koin senilai Rp50,00. Nilai seluruh uang koin Dayu adalah ….
Diketahui:
4 Koin Dayu yang senilai Rp 200,00
5 Koin Dayu yang senilai Rp 50,00

Ditanyakan:
Nilai seluruh uang koin Dayu?

Penyelesaian:
4 koin x Rp 200,00 = Rp 800,00
5 koin x Rp 50,00 = Rp 250,00
—————————————— +
Nilai uang Dayu = Rp 1.050,00

3. Uang Siti ada Rp4000,00. Ia harus membeli penggaris, penghapus, dan pensil. Berikut daftar harganya: penggaris Rp1.500,00, penghapus Rp500,00 dan pensil Rp1.000,00. Kalau Siti ingin menghabiskan uangnya, berapa banyak ia bisa membeli barang-barang itu?
Diketahui:
Uang Siti ada Rp 4000,00
Harga penggaris Rp1.500,00
Harga penghapus Rp 500,00
Harga pensil Rp 1.000,00

Ditanyakan:
Berapa banyak Siti membeli barang-barang jika ingin menghabiskan uangnya?

Jawab
Harga penggaris = Rp1.500,00
Harga Penghapus = Rp 500,00
Harga pensil = Rp 1.000,00
—————————————————– +
Total belanja Siti = Rp 3. 000,00

Uang Siti = Rp 4.000,00
Total belanja = Rp 3.000,00
—————————————————— –
Sisa uang Siti = Rp 1.000,00

Jika Siti ingin menghabiskan uangnya, maka Siti bisa membeli lagi 1 buan pensil seharga Rp 1.000,00 atau 2 buah penghapus yang harganya Rp 500,00.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini