Soal dan Jawaban Materi Main ke Kebun Raya 1-3 SD di TVRI 6 November 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut soal dan kunci jawaban materi ‘Main ke Kebun Raya’ di TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Jumat, 6 November 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Apa yang kamu ketahui tentang Kebun Raya?
Kebun botani atau kebun raya adalah suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi ex-situ atau di luar habitat aslinya.

Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung.

Kebu Raya diperlukan sebagai ruang terbuka hijau untuk paru-paru kota, tempat penelitian dan konservasi tumbuhan langka yang hampir punah di Indonesia, tempat pariwsiata. Kebun Raya disebut juga banteng terakhir penyelamatan flora di nusantara.

Di Indonesia, pengembangan dan pengelolaan Kebun raya sepenuhnya berada di bawah otoritas ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

2. Coba ceritakan tentang Kebun Raya Bogor!
Kebun Botani Bogor atau lebih kita kenal dengan nama Kebun Raya Bogor pada awal mulanya digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Seiring dengan berjalannya waktu, pendirian Kebun Raya Bogor menjadi titik awal bagi perkembangan iptek di Indonesia dan digunakan sebagai sarana bagi ilmuwan dalam bidang botani di Indonesia pada tahun 1880 hingga tahun 1905. Kebun Raya Bogor menjadi pusat perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia. Sebelum merupakan kebun raya bogor, kebun raya tertua ketiga di dunia itu merupakan taman belakang Kantor Gubernur Hindia Belanda (Buitenzorg) pada 1817.

Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles tinggal di Istana Bogor Beliau memiliki ketertarikan dalam botani. Dia ingin memiliki sebuah kebun yangdi Istana Bogor. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles mengubah halaman istana Bogor menjadi taman bergaya Inggris klasik.

Pada 15 April 1817 Prof CGC, Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman mengusulkan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia GAGP. Baron van der Capellen untuk mendirikan suatu Kebun Botani sebagai lokasi penelitian tanaman pemerintah Hindia Belanda..

Kebun Raya Bogor yang memiliki luas mencapai 87 hektar. Kebun yang memiliki koleksi pohon dan tumbuhan sebanyak 15.000 jenis ini dijadikan sebagai tempat lokasi penelitian dan pengembangan tanaman bernilai ekonomi serta tanaman khas asli Indonesia.

Kebun Raya Bogor memiliki pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan Pustaka. Oleh karena itu setiap weekend (hari Sabtu Minggu) kebun raya Bogor sering dikunjungi sebagai tempat wisata dan juga sekaligus sebagai tempat edukasi bagi anak sekolah.

3. Sebutkan buah langka yang ada di Kebun Raya Bogor!
– Cempedak (Artocarpus integer) berasal dari pulau Sumatera
– Bisbul (Diospyros blancoi) berasal dari pulau Jawa, irian Jaya dan Filifina
– Burahol (Stelechorcapus burahol) berasal dari pulau Jawa dan Kalimantan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini