Soal dan Jawaban Materi Cerita Ibu Diva 1-3 SD di TVRI 25 November 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut soal dan kunci jawaban materi ‘Cerita Ibu Diva’ di TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Rabu, 25 November 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Bagaimana pendapatmu tentang sifat burung merak dalam dongeng berjudul “Tidak Boleh Malas” ini?
Menurut saya, sifat burung merak dalam dongeng berjudul “Tidak Boleh Malas” ini tidak boleh dituruti. Karena sifat buruk burung merak memanfaatkan hewan lain untuk kepentingannya sendiri. Karena tidak ingin mendapatkan makanan tanpa kelelahan dan kepanasan serta bulunya rusak, merak malah memanfaatkan Kerbau dan Kura-kura.

Seperti ketika melihat kerbau dan kura-kura makan bersama, merak berpura-pura jatuh agar dapat ditolong dan dijaga kedua temannya itu. Sehingga kerbau dan kura-kura mau saja mencarikan makanan untuk Merak.

Merak semakin menjadi-jadi memanfaatkan Kerbau dan Kura-kura. Namun ketika kebohongan merak terbongkar oleh kura-kura dan kerbau saat ia malah bisa terbang seperti biasa. Hingga kemudian merak tanpa sengaja tertimpa pohon sungguhan sehingga sayapnya patah dan saat ia meminta pertolongan Kerbau dan kura-kura tak lagi mempercayainya.

Kini merak harus mandiri dan tidak boleh memanfaatkan orang lain. Kini dengan sayap yang hanya berfungsi satu, merak harus bersusah payah mencari makan sendiri.

2. Mengapa kita tidak boleh menjadi orang yang suka membual atau omong kosong?
Kita tidak boleh menjadi orang yang suka membual atau omong kosong karena orang yang suka membual atau banyak omong kosong maka ia suka berbicara bohong. Banyak membual juga menjadikan orang sombong. Jika sudah begitu maka kita sulit untuk dipercaya orang lain.

3. Berilah contoh perbuatan serakah dalam kehidupan sehari-hari yang tidak boleh dilakukan!

*Di sekolah
– Tidak suka menolong teman atau orang lain
– Mementingkan diri sendiri
– Tidak membagikan makanan dan minuman ketika orang lain tidak membawa makanan ataupun minuman

*Di masyarakat
– Serakah dalam berpendapat dalam musyawarah
– Serakah dalam sumbangan yang diberikan

*Di rumah
– Menghabiskan makanan sendirian di rumah
-Tidak berbagi makanan dengan kakak dan adik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini