Singgung Seseorang dengan Emoji Bunga, Lutfi Agizar Sindir Denise Chariesta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosok Lutfi Agizal kembali jadi sorotan publik. Usai hebohnya perkataan ‘anjayani’ yang menjadi plesetan dari kata ‘anjay’ yang ia populerkan, kini Lutfi membuat publik penasaran atas tulisan yang diunggahnya di sosial media.

Mantan kekasih Salshadilla Juwita ini tampak seperti menyindir seseorang melalui sebuah tulisan yang ia posting di insta stories-nya. Dalam unggahannya itu, ia menyensor nama orang tersebut dengan dua emoji bunga.

Lutfi Agizal diduga menyindir Denise Chariesta lewat unggahannya (instagram/lutfiagizal)

“Mau berita bagus gak??? Hari ini 5 wartawan ngeluh ke saya, kalau si mba ‘(menyematkan emoji bunga)’ nyusahin tim media dalam mencari nafkah…. Hasil 80 persen mau tau gw posting setelah ini,” ungkap Lutfi Agizal di akun Instagramnya pada Selasa, 17 November 2020.

Atas dasar itulah, warganet mulai melakukan cocoklogi. Mereka menduga bahwa Lutfi menyindir selebgram yang mengaku kaya, Denise Chariesta. Pasalnya, Denise juga dikenal sebagai pedagang bunga dengan harga yang fantastis.

Sebelumnya, Lufti dan Denise sempat diberitakan mengalami konflik di sebuah program acara yang dipandu oleh pengacara kondang, Hotman Paris. Pada saat itu, Denise mempermasalahkan tindakan Lutfi yang sempat memperkarakan kata ‘anjay’.

Namun, Lutfi tidak terima dan membantah omongan Denise. Akibat hal itu, Denise walk out dari acara tersebut dan tak menghiraukan omongan Lutfi.

Meski begitu, Lutfi masih belum memberi konfirmasi siapa sosok yang ia singgung dalam unggahannya itu. Denise pun sampai saat ini belum mengonfirmasi dugangan sindiran tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini