Sindir Lesti Kejora, Farhat Abbas Bawa-bawa Nagita dan Ayu Dewi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Farhat Abbas ikut mengomentari permasalahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di dalam rumah tangga Rizky Billar dan Lesti Kejora.

Pengacara kondang Farhat Abbas pun turut berikan pernyataan yang diduga menyindir penyanyi dangdut tersebut melalui unggahan stori Instagram-nya, dan membawa-bawa nama Nagita serta Ayu Dewi.

Sebelumnya, Farhat Abbas membuat postingan mengenai kasus KDRT yang diduga mengarah ke Lesti Kejora dan Rizky Billar. Ia membahas perihal leher yang bergeser akibat dari sifat kasar.

“Leher miring atau bergeser belum tentu karena dicekik, bisa saja akibat kekerasan teriak Anjing Anjing Anjing, disertai dengan menghina hina orang, makanya bicara lah yang sopan dan bermartabat,” tulisnya.

Usai postingan tersebut diunggah, dirinya juga membawa-bawa nama selebriti, yakni Nagita Slavina dan Ayu Dewi.

Meski tak menyebutkan secara terang-terangan nama mereka, namun menurutnya kedua selebriti tersebut bijaksana walau suami berselingkuh.

Unggahan stori Instagram Farhat Abbas

“Kalo jadi wanita tiru lah gigi rapi atau ayu de, walau suami selingkuh hati hancur, ga ribut gak ngamuk, malah bijaksana dan makin kaya dan jaya, ini yg namanya benar dan sabar. Salam pandai,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini