Siap-siap Nganggur! Lima Pekerjaan Ini akan Diambil Alih Kecerdasan Buatan di 2030

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) disebut-sebut akan menggantikan pekerjaan manusia di masa mendatang, terutama di 2030. Contoh nyata dari penggeseran pekerjaan oleh AI adalah penjaga di gerbang tol yang diganti oleh sistem pembayaran digital.

AI bahkan saat ini sudah menjadi keseharian manusia. Mulai dari mesin pencarian Google, asisten virtual, wearable devices, hingga smart home.

Berdasarkan laporan dari Inventure Knowledge, berikut 5 pekerjaan manusia yang akan digantikan oleh AI.

1. Supir
Profesi supir bakal punah dengan kehadiran kendaraan yang dapat berjalan dengan sendirinya tanpa perlu pengemudi sama sekali (kendaraan otonom).

Hanya dengan perintah suara atau bahkan tanpa perintah sama sekali, mobil akan bisa menelusuri jalan-jalan secara otonom. Mobil otonom kini terus-menerus disempurnakan ekosistem AI-nya, sehingga sudah menjadi moda transportasi massal sebelum kita melalui malam Tahun Baru 2030.

2. Kurir
Penggunaan kurir manusia bakal menurun karena drone yang digerakkan AI bakal mengantar paket atau barang dengan efisien, presisi, dan super murah.

Amazon lagi-lagi menjadi pioner penggunaan delivery drone. Dengan maraknya penggunaan drone, menjelang tahun 2030 merupakan tahun menyongsong era “satu miliar drone” yang berseliweran di udara.

3. Sekretaris dan Asisten Personal
Sejak 2017 perkembangan Personal Virtual Assistant (PVA) berbasis AI berkembang sangat pesat dan mulai menjadi perangkat sehari-hari seperti Alexa, Siri, Google Assistant hingga Bixby.

Kemajuan PVA terus disempurnakan sehingga setiap orang akan memiliki sekretaris pribadi yang bisa menjalankan perintah mulai dari memesan tiket, mencarikan lagu atau film, memberi informasi cuaca, mengurus SIM & KTP, hingga memesan barang-barang di Tokopedia.

4. Pembantu Rumah Tangga
Beragam perangkat rumah tangga mulai dari TV, AC, lemari es, vacuum cleaner, hingga mesin cuci akan berfungsi secara autonomous di dalam platform AI.

Berbagai perangkat rumah tangga tersebut akan saling terkoneksi dengan koneksi machine to machine (M2M). Masing-masing peralatan juga dilengkapi dengan sensor IoT sehingga perangkat bisa membaca perilaku pengguna dan makin pintar melayani majikan.

5. Pekerja Gudang
Robot bermesin AI akan melakukan pekerjaan operasional di gudang selama 24/7 nonstop tanpa perlu lagi bantuan manusia. Mereka mulai menggantikan staf gudang dalam memindahkan dan mengatur penempatan barang di gudang.

Hal ini bisa mengurangi penempatan barang di gudang untuk meminimalisir kesalahan manusia dan mendongkrak produktivitas. Konsep ghost warehouse (gudang tanpa tenaga manusia) akan marak diterapkan dalam dekade 2020an.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis dan Bebas Perundungan Buka Jalan Generasi Emas

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantaikemiskinan dan membuka peluang mobilitas sosial. Bagi banyak keluargaprasejahtera, akses terhadap pendidikan yang berkualitas sering kali menjaditantangan karena keterbatasan ekonomi maupun lingkungan yang kurangmendukung.Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerataan akses pendidikanmenjadi agenda yang sangat penting. Negara perlu memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menumbuhkan optimisme di kalangan peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, kesulitan hidup yang dihadapisebagian anak Indonesia tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah dalam meraihcita-cita dan masa depan yang lebih baik.Saat mengunjungi salah satu sekolah di Tabanan, Bali, pada 7 Juni 2026, PresidenPrabowo mendorong para siswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan negara sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalampandangannya, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk mengubah nasibindividu sekaligus memperkuat daya saing bangsa.Pesan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang sebagaiprogram pendidikan gratis. Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk investasisosial yang bertujuan memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anakdari keluarga kurang mampu.Selain menekankan pentingnya pendidikan, Presiden juga mengingatkan perlunyamenciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Iamenilai bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang belajar yang sehat tanpatekanan psikologis yang dapat menghambat perkembangan dirinya.Sikap saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh dalam lingkunganpendidikan. Ketika peserta didik belajar menghargai perbedaan dan berinteraksisecara positif, sekolah akan menjadi tempat yang mendukung tumbuhnya karakteryang kuat dan berintegritas.Pentingnya lingkungan belajar yang bebas perundungan tidak dapat dipandangsebelah mata. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perundungan dapatmemengaruhi kesehatan mental, menurunkan kepercayaan diri, bahkanmenghambat prestasi akademik peserta didik.Komitmen tersebut diperkuat melalui dukungan berbagai pihak dalam mempercepatpembangunan fasilitas pendidikan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, DonyOskaria, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi keluargaprasejahtera. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangunsumber daya manusia yang unggul.Ia memandang bahwa investasi di bidang pendidikan akan memberikan manfaatjangka panjang yang besar bagi pembangunan nasional. Dengan akses yang lebihluas terhadap pendidikan berkualitas, peluang anak-anak dari keluarga kurangmampu untuk meningkatkan taraf hidup akan semakin terbuka.Menurut Dony, sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingandiperlukan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikanyang dibangun benar-benar mampu memenuhi kebutuhan peserta didik.Selain akses dan dukungan kelembagaan, kualitas infrastruktur juga menjadi faktoryang menentukan efektivitas proses pendidikan. Lingkungan belajar yang nyamandan memadai akan membantu peserta didik mengembangkan potensi merekasecara optimal.Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menegaskan bahwa percepatanpembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalammemperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. Menurutnya, penyediaan sarana pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalammewujudkan pemerataan kesempatan belajar.Ia menilai bahwa pembangunan sekolah harus dilakukan dengan standar yang mampu mendukung kebutuhan peserta didik secara maksimal. Infrastrukturpendidikan yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan keseriusan negara dalam mempersiapkan generasi masa depan.Lebih jauh, Dody memandang bahwa fasilitas pendidikan yang berkualitas akanmemberikan dampak sosial yang luas. Kehadiran sekolah yang memadai dapatmenjadi pusat pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat kualitaspendidikan di daerah.Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidakhanya bergantung pada kebijakan pendidikan semata. Dukungan infrastruktur, kolaborasi antarlembaga, dan lingkungan belajar yang sehat menjadi faktor yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan program.Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapiIndonesia, Sekolah Rakyat menawarkan harapan baru bagi anak-anak dari keluargaprasejahtera. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikansetiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.Dengan demikian, pendidikan gratis yang didukung lingkungan belajar yang amandan bebas perundungan akan menjadi fondasi penting dalam membangun GenerasiEmas Indonesia. Ketika akses pendidikan semakin merata dan setiap anak merasadihargai di lingkungan sekolah, maka peluang untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini