Siap-siap! Coachella Digelar Lagi April 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Angin segar datang dari festival musik dunia, Coachella. Setelah tak digelar sejak masa pandemi Covid-19, acara tersebut kembali diadakan pada April 2022 mendatang.

Dilansir ET, festival musik country tersebut akan diadakan pada 15-17 dan 22-24 April 2021. Kabar tersebut juga diunggah di akun Instagram, @goldenvoice pada Selasa 1 Juni 2021.

“Kami kembali dan senang dan dapat bermitra dengan Goldenvoice untuk tahun ke-10 melakukan live streaming Coachella Valley Music dan Arts Festival,” tulis akun tersebut.

Tak sampai di situ, pihak penyelenggara Coachella juga mengaku senang dengan kembalinya festival musik ini. Mereka mengatakan tak sabar untuk membawa dua akhir pekan ke pertunjukan yang luar biasa.

“Kami lebih bersemangat dari sebelumnya untuk merayakan musik live dan membawa dua akhir pekan pertunjukan luar biasa kepada penggemar musik di seluruh dunia,” tulis mereka.

Kabar ini muncul setelah festival musik Coachella dan Stagecoach ditunda untuk ketiga kalinya karena pandemi. Petugas Kesehatan Masyarakat Riverside County Dr. Cameron Kaiser secara resmi mengumumkan penundaan festival kembali pada bulan Januari.

Festival Coachella dan Stagecoach dibatalkan tahun lalu setelah mereka awalnya ditetapkan akan berlangsung pada April 2020. Lineup untuk Coachella 2020 diatur untuk menampilkan pertunjukan dari headliner seperti Travis Scott, Frank Ocean, Rage Against the Machine, Lana Del Rey, Megan Thee Stallion, DaBaby dan banyak lagi.

Kemungkinan, daftar para bintang yang akan tampil di Coachella 2022 akan diumumkan di awal tahun depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini