Siap-Siap, Bintang ‘Echo’ Alaqua Cox Konfirmasi Syuting Serial MCU-nya Udah Rampung

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Marvel Studios akan melebarkan universenya dengan membuat serial spin-off ‘Hawkeye’. Serial itu adalah ‘Echo’ yang ceritanya fokuskan kisah Maya Lopez.

Melansir dari Collider, serial MCU itu telah rampung. Hal ini dikonfirmasi oleh bintang utamanya, Alaqua Cox, melalui unggahan baru di akun Instagram pribadinya.

Serial ini diketahui telah melakukan proses syuting sejak April 2022 lalu.

Dalam seri, Echo alias Maya Lopez menjadi komandan Mafia Bela Diri yang bekerja bersama Wilson Fisk alias Kingpin. Setelah kehilangan ayahnya karena perburuan Ronin untuk penjahat selama blip.

Motif utamanya adalah untuk membalaskan dendam ayahnya dan menemukan bahwa mengikuti Clint serta Kate akan membawanya ke Ronin. Namun, dia akhirnya mengetahui bahwa Fisk yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya setelah Clint mengungkapkan bahwa dia adalah main hakim sendiri yang dia cari. Di episode terakhirnya dalam serial ‘Hawkeye’,  Maya menembak Fisk.

Di seri ‘Echo’ nanti akan melihat Lopez menghadapi masa lalunya dan terhubung kembali dengan akar penduduk asli Amerika-nya. Dia juga akan menemukan arti keluarga dan komunitas dengan harapan untuk maju.

Echo tampaknya berkembang pada pahlawan tingkat jalanan di Marvel Cinematic Universe (MCU). Serialnya juga akan menampilkan Daredevil yang diperankan oleh Charlie Cox dan Kingpin diperankan oleh Vincent D’onofrio.

Kedua karakter tersebut dari masa Marvel’s Netflix. D’onofrio membuat debut MCU-nya di seri ‘Hawkeye’ beberapa hari sebelum Cox debut di MCU dalam ‘Spider-Man: Now Way Home’.

Sayangnya, sampai saat ini masih belum ada jadwal perilisannya. Namun diperkirakan akan rilis pada 2023 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini