Shin Tae-yong Hanya Mau Naturalisasi Pemain Keturunan yang Main di Eropa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Soal urusan naturalisasi, Shin Tae-yong tergolong ketat. Dia hanya mau pemain keturunan Indonesia yang main di Liga Eropa.

Hal itu diungkapkan Menpora Zainudin Amali. Selain harus main di Liga Eropa, pemain tersebut wajib memiliki darah keturunan Indonesia.

“Kualifikasi Shin sangat ketat, dia hanya mau naturalisasi pemain keturunan yang main di Liga Eropa,” ujar Menpora Amali.

“Saya tanya dia (Shin Tae-yong) kenapa harus begitu, kan ada orang-orang Indonesia di mana-mana. Dia tetap nggak mau. Dia bilang inginnya pemain-pemain yang main di Liga Eropa,” katanya.

Sejauh ini baru dua pemain keturunan yang sedang dalam proses menjadi WNI (Warga Negara Indonesia), yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh. Kemudian, muncul lagi beberapa nama seperti Emil Audero Mulyadi, Shayne Pattynama, hingga Tijani Reijnders.

Dari ketiga nama di atas, baru Pattynama yang juga sudah masuk tahap finalisasi untuk menjadi WNI dan bisa memperkuat Timnas Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini