Waduh! Kanye West Dilarang Manggung di Grammy Award, Kenapa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar tak mengenakan dari rapper sensasional, Kanye West. Mantan suami Kim Kardashian ini dilarang manggung di acara penghargaan dunia, Grammy Award.

Dilansir People, keputusan itu diambil lantaran West kerap berperilaku buruk di sosial media akhir-akhir ini. Terbaru, West sempat melontarkan unggahan bernada rasis untuk presenter Trevor Noah.

Aksinya dilakukan bapak empat anak itu setelah Trevor mengomentari hubungan segitiga antara West, Kim Kardashian, dan Pete Davidson dalam acaranya. Dia juga mengkritik keputusan Instagram menangguhkan akun Kanye setelah menyerang Trevor.

Meski tersingkir dari daftar line up, namun Page Six memastikan, album ‘Donda’ milik Kanye West masih bertahan di lima nominasi Grammys 2022. Salah satunya kategori yang dimasukinya adalah Album of the Year.

Tak hanya terdepak dari Grammys, warganet juga memulai petisi untuk menjatuhkan West dari daftar performer Coachella Music Festival yang akan digelar pada 15-24 April mendatang.

Bukan tanpa alasan, netizen mengaku tak tahan dengan aksi West yang dianggap membawa pengaruh buruk dan membuat keributan di sosial media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini