Sering Selfie Bisa Picu Keriput dan Penuaan Dini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Selfie atau berswafoto memang menjadi kegiatan wajib dan penting bagi setiap orang di dunia terutama wanita. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, nggak jarang mereka yang berswafoto harus mengambil gambar setidaknya 20-30 jepretan agar bisa memilih satu atau dua gambar yang sempurna. Itu kalau sendirian, jika beramai-ramai ratusan foto bisa diabadikan.

Namun, menurut para ahli, sering selfie atau swafoto bisa mempercepat keriput serta proses penuaan dini dan berdampak buruk bagi kulit seperti kebiasaan merokok dan berjemur di sinar matahari yang sangat terik.

Perawat dan terapis kecantikan Sara Cheeney telah mengungkapkan bahwa sinar elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel dapat mempercepat penuaan pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dia mendapati peningkatan tajam dalam jumlah pasien yang menderita kerusakan kulit yang disebabkan oleh selfie

“Saya mendapat banyak pasien yang berprofesi sebagai blogger dan pasien yang senang mengambil selfie mengeluh tentang masalah ini dan sepertinya semakin buruk. Blue light atau sinar biru dari layar ponsel tampaknya membuat kerusakan lebih banyak pada kulit dibandingkan sinar matahari,” ujarnya dikutip dari The Sun.

Ia memperingatkan kerusakan kulit yang disebabkan oleh selfie akan menjadi semakin umum di masa depan dengan munculnya aplikasi media sosial Instagram dan Snapchat. Salah satu penyebabnya yakni wanita seringkali memiliki masalah dengan kulit yang sensitif.

Untuk itu, Cheeney menyarankan agar selalu menggunakan pelembab dan moisturizer serta sunscreen sehingga wajah terlindungi dari paparan sinar yang memicu penuaan dini dan keriput.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini