Adian Napitupulu Ungkap Maksud di Balik Video ‘Siap Presiden Jokowi’ yang Viral

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Setelah sebelumnya, video salam hormat ‘Siap Presiden’ para purnawirawan kepada capres 02 Prabowo Subianto viral. Tak berselang lama, media sosial kembali dihebohkan dengan viralnya video para politisi memberikan salam hormat ‘Siap Presiden’ kepada Joko Widodo.

Salah satu politisi yang terekam memberikan hormat ‘Siap Presiden’ dalam video itu adalah politisi PDIP Adian Napitupulu. Adapula politisi lain seperti Hasto Kristiyanto hingga Irma Suryani Chaniago.

Secara bergantian mereka memberi hormat ‘Siap Presiden’ kepada Jokowi. Usai viralnya video itu, banyak pihak menilai Adian melakukan pembalasan sekaligus menyindir video Prabowo yang viral sebelumnya.

Namun, dalam acara Mata Najwa yang ditayangkan pada Rabu malam, 1 Mei 2019, Adian mengatakan jika aksi dalam video itu dilakukan spontan dan tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

“Karena tidak mungkin saya bilang siap Pak Joko, tidak mungkin saya bilang siap Pak Widodo. Dia presiden, jadi harus siap presiden dong,” kata Adian, dikutip Kamis, 2 Mei 2019.

Adian pun membantah jika aksi tersebut dilakukan untuk menyindir Prabowo. “Saya nggak merasa menyindir, tapi kalau ada yang tersindir saya nggak tahu. Kalau misalnya saya bilang siap presiden, emang ada presiden lain yang tersindir? Kan nggak ada. Orang presiden cuma Joko Widodo kok. Mungkin ada orang yang merasa dirinya presiden tersindir boleh saja,” ujarnya.

“Harusnya yang tersindir presiden aslinya dong. Presiden aslinya aja tidak tersindir. Nggak penting menurut kita menggunakan perasaan-perasaan berlebihan dalam situasi seperti ini, harusnya yang tersinggung itu presiden sekarang yang menjabat, ketika ada orang lain yang ngaku-ngaku presiden,” kata Adian.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini