Serial Remake ‘Money Heist’ Versi Korea Segera Tayang pada Juni 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Akhirnya setelah ditunggu-tunggu. Serial remake ‘Money Heist’ versi Korea akan segera tayang sebentar lagi.

Rencananya serial yang dibuat ulang ke drama Korea ini akan tayang pada 24 Juni 2022. Kabar ini baru saja diumumkan oleh Netflix Korea melalui akun Instagram resminya pada hari ini, 29 April 2022.

Dalam unggahanya tersebut terdapat sebuah poster baru untuk drama remake ‘Money Heist’ versi Korea dan sebuah video teaser lainnya.

“’Satu kejahatan dapat mengubah dunia’. Visi yang berani dari ahli strategi jenius dan perampok terkuat. ‘House of Paper: Common Economic Zone’ Bagian 1, hanya di Netflix pada 24 Juni,” tulis Netflix Korea dalam keterangan postingannya.

Drama ini akan dibintangi oleh Yoo Jitae sebagai Professor, Jeon Jongseo sebagai Tokyo, Park Haesoo sebagai Berlin, dan Lee Hyunwoo sebagai Rio.

Sementara itu, drama ini akan segera ditayangkan di platform layanan streaming Netflix.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini