Seram! Nikita Mirzani Percaya Hantu usai Lihat Sosok Ini di Bawah Pohon Rambutan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Keberadaan makhluk gaib memang kerap menjadi perdebatan, ada yang percaya namun tak sedkit juga yang tidak. Begitu pun dengan artis kontroversial Nikita Mirzani.

Dalam video yang tayang di YouTube, wanita yang akrab dipanggil Niki itu mengaku sempat tak mempercayai adanya makhluk halus. Kepada Sara Wijayanto, pandangannya pun berubah setelah mengalami sendiri sebuah kejadian mistis.

“Aku kalau aku jujur aku tuh sebenarnya nggak percaya adanya hantu,” ungkap Nikita Mirzani dilansir melalui vlog terbarunya yang tayang Kamis 20 Agustus 2020 di kanal YouTube Crazy Nikmir REAL.

BACA JUGA: Diduga Diculik Makhluk Gaib Pas Maghrib, Shinchan Ditemukan Hampir Meninggal di Atas Pohon

Ibu tiga anak ini kemudian menceritakan pengalaman mistisnya itu. Hal ini saat Niki datang ke rumah neneknya tanpa mengetahui bahwa sang nenek sudah meninggal.

Kata Niki, ia melihat sosok sang nenek di bawah pohon rambutan. Hingga akhirnya ia mengetahui sang nenek telah tiada ketika melihat bendera kuning tanda orang meninggal dunia.

“Tapi nenek aku pernah meninggal. Tapi aku nggak tahu, aku nggak dikasih tahu. Malam-malam aku datang lah ke rumahnya. Nenek aku tuh ada di bawah pohon rambutan. Tiba-tiba pas aku sampai rumah itu ada bendera kuning,” jelas Niki.

“Makanya aku percaya bahwa hantu itu ada. Wujudnya nenek aku, ternyata nenek aku udah dikafanin,” lanjutnya.

BACA JUGA: Horor! Alat Fitnes di Taman Ini Bergerak Sendiri, Ada Makhluk Gaib?

Menanggapi hal tersebut, Sara yang memang dikenal memiliki kemampuan supranatural mengatakan hal itu memang sudah biasa terjadi. Bahkan, istri Demian Aditya ini juga pernah mengalami kejadian serupa yakni melihat sosok temannya yang ternyata sudah meninggal dunia.

“Emang bisa gitu kak?” tanya Nikita Mirzani.

“Bisa, aku juga gitu sih waktu itu. Jadi ngeliat tapi sebenarnya temenku udah nggak ada,” ungkap Sara Wijayanto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini