Semua Jadwal Dibatalkan, Pemeran Utama ‘Twenty Five, Twenty One’ Positif Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Pemeran utama wanita dari drama ‘Twenty Five, Twenty One’, Kim Taeri, terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga semua jadwal kegiatan dihentikan.

Melansir dari Hankook Ilbo, agensi Kim Taeri mengatakan bahwa sang aktris terkonfirmasi positif sejak 26 Februari 2022. Namun pernyataan resminya baru dirilis pada 2 Maret 2022.

Alhasil tim drama tvN ‘Twenty Five, Twenty One’ memutuskan untuk membatalkan jadwal syuting yang dijadwalkan mulai akhir pekan lalu.

Pihak agensi mengatakan bahwa Taeri sudah menyelesaikan dosis vaksinasinya untuk kedua kali. Kini ia tengah karantina mandiri dengan perawatan sesuai protokol kesehatan.

Saat ini dikabarkan Taeri tengah berada ditahap pemulihan dan tak ada gejala khusus. Masa karantina Taeri akan selesai pada 4 Maret 2022 setelahnya ia akan melanjutkan jadwal syuting untuk drama barunya dengan Nam Joo Hyuk tersebut.

Dengan adanya kendala ini, pihak tvN mengatakan pra-produksi mengalami jeda waktu untuk syuting terakhirnya. Alasannya karena jumlah kasus Covid-19 meningkat di Korea sehingga harus menghentikan syuting sebagai tindakan pencegahan.

Namun untuk jadwal siarannya masih akan terus berlanjut tanpa ada gangguan. ‘Twenty Five, Twenty One’ tayang setiap Sabtu dan Minggu melalui saluran nasional tvN atau layanan streaming Netflix.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini