Perempuan Arab Histeris Melihat Konser Justin Bieber di Grand Prix F1 Jeddah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JEDDAH – Walau sempat dikecam oleh warga Arab Saudi, Justin Bieber akhirnya melakukan konsernya untuk acara Formula 1 Grand Prix (F1 GP) di Jeddah. Bahkan penggemar perempuan asal Arab banyak yang menyambut histeris karena Justin Bieber jadi tampil.

Arab kini menjadi sorotan yang kental akan ketegasan peraturan agamanya. Ia tampil di atas panggung pada 5 Desember 2021 di Jeddah Corniche Circuit, Arab Saudi.

Melansir dari TMZ, F1 mengundang Justin untuk mengisi acara tersebut. Selain dia, ada deretan artis lainnya yang diundang. Diantaranya David Guetta, Tiesto, dan A$AP Rocky.

Rupanya Justin menjalankan konsernya dengan sukses walau banyak kritikan datang untuknya. Ia membawakan lagu dari album teranyarnya yang berjudul ‘Justice’, yakni ‘Deserve You’, ‘Somebody’, ‘Hold On’, dan masih banyak lagi.

Sebelum acara berlangsung, Justin sempat kepergok paparazi setempat bahwa ia sedang berjalan-jalan bersama istrinya, Hailey Bieber. Menurut laporan, Hailey terlihat begitu tertutup, berbanding terbalik dengan Justin yang buka-bukaan mengenai identitasnya.

Sampai sekarang ini belum ada tanggapan apa pun dari pihak manajemen maupun Justin terkait kritikan yang masuk padanya. Karena pertunjukkan Grand Prix F1 di Jeddah kali ini menjadi panggung terbesar.

Awal muncul alasan Bieber tak boleh manggung di negara tersebut ialah karena sedang krisis hak asasi manusia. Namun, baru-baru ini, suami Hailey Baldwin itu mendapat surat terbuka dari Hatice Cengiz, wanita sekaligus mantan kekasih jurnalis Jamal Kashoggi yang dibunuh oleh pihak intelijen Saudi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini