Selamat! Cita Citata Bakal Nikah di Bali dengan Pacar Bule Mualafnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar bahagia datang dari pedangdut Cita Citata. Rencananya, pelantun ‘Goyang Dumang’ ini akan menggelar pernikahannya dengan laki-laki asal Amsterdam pada tahun ini.

“(Bulan Juni) Ya bismillah insyaallah dekat-dekat ini,” kata Cita Citata, Kamis 12 Maret 2020.

Penyanyi 25 tahun ini mengungkapkan bahwa saat ini ia masih tengah mempersiapkan pernikahannya. Salah satunya melengkapi persyaratan dokumen terkait calon suaminya yang diketahui berbeda negara.

“(Persiapan) Masih proses karena beda negara, ada dokumen yang perlu ditambahkan segala macam. Dari dokumen sana sendiri ada waktu tenggang waktu expired jadi nggak gampang,” kata Cita.

Selain itu, Cita juga menginginkan pernikahannya dijalankan di Bali. Hal itu lantaran keduanya telah bertemu di sana untuk pertama kalinya.

“(Nikah di Bali) Siapa yang bilang? Waduh, ada saja ya bocor-bocor, doain saja. Penginnya di sana (Bali). Karena kita pertama kali ketemu di sana, gitu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Cita Citata pernah membocorkan bahwa calon suami bulenya itu sedang proses menjadi mualaf. Hal ini membuktikan keseriusan sang pacar untuk segera menikah dengannya.

“(Dia) lagi proses mualaf. Doain aja semua lancar,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini