Selalu Bersyukur karena Punya Pekerjaan Justru Menimbulkan Stres Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rasa syukur tak selalu menimbulkan hal baik, misalnya saja dalam hal pekerjaan. Mungkin sebagian dari Kamu mengatakan, “Syukurin aja yang penting punya pekerjaan.”

Tapi tahukah Kamu, bahwa rasa syukur Kamu ini bisa jadi bumerang dan malah menimbulkan lebih banyak stres. Dilansir dari Brightside, rasa syukur ini memiliki kelemahan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari Kamu.

Apa saja? Simak ulasan di bawah ini!

– Kamu bisa lebih bersedia untuk mentolerir hal-hal yang membuat Kamu tidak bahagia.

Banyak orang memiliki contoh dari masa kecil mereka yang dipaksa untuk merasa bersyukur atas sesuatu yang tidak mereka sukai. Kamu tidak ingin makan sayuran atau apa pun, dan ibu atau ayah Kamu akan berkata, “Syukurlah Kamu memiliki makanan!” Kami diajar untuk menghargai apa yang kami miliki dan tidak mengeluh tentang itu.

Kemudian kita tumbuh dan melanjutkan cara berpikir ini sebagai orang dewasa di tempat kerja, menekan diri kita sendiri untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang terkadang kita tidak inginkan.

Bisa menjadi lebih buruk, Kamu mungkin mungkin tetap mengungkapkan rasa syukur dalam situasi yang sulit. Tetapi, Kamu mungkin tidak menyadari bahwa sebenarnya pekerjaan itu tidak bersyukur dan membuat Kamu merasa mandek.

– Digunakan untuk menutupi emosi negatif.

Saat Kamu memaksakan diri untuk bersyukur, Kamu mungkin mulai menggunakan taktik “melewati rasa syukur” untuk menghindari dan menekan perasaan negatif. Kamu mengatakan kepada diri sendiri bahwa Kamu merasa bersyukur ketika Kamu benar-benar merasa sedih, stres, cemas, atau lelah. Dan Kamu bisa saja melewatkan tanda bahaya yang seharusnya membuat Kamu khawatir bahwa ada sesuatu yang salah.

Jelas, ini tidak sehat, dan Kamu tidak dapat melihat efek positif dari rasa syukur yang tulus saat mengalami hal negatif dari penghindaran emosional. Akhirnya, perasaan negatif akan menyusul, kemungkinan dengan intensitas yang lebih tinggi. Dengan mengganti perasaan ini dengan rasa terima kasih yang dipaksakan, Kamu juga mengabaikan bagaimana perasaan tersebut dapat memotivasi Kamu untuk memperbaiki situasi Kamu.

– Itu membuat Kamu lebih rentan terhadap atasan Kamu.

Rasa syukur yang salah tempat dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh pemberi kerja, baik untuk memanipulasi pekerja agar bekerja berlebihan atau untuk “memotong biaya.” Mereka bisa menggunakannya sebagai alasan untuk memberhentikan atau membayar Kamu lebih sedikit.

Mereka tahu karyawan mereka tidak akan mengeluh atau berhenti karena mereka takut tidak akan menemukan pekerjaan baru. Ketika orang bersyukur karena memiliki pekerjaan, ini mungkin menghalangi mereka untuk membela hak-hak mereka yang sebenarnya.

Ini semua mengarah pada kerja berlebihan, meningkatkan stres, dan ketidakpuasan dengan pekerjaan dan hidup Kamu. Untuk menghindarinya, ingatlah bahwa Kamu tidak berutang apa pun kepada bos Kamu. Kamu tidak boleh bersyukur hanya karena Kamu bekerja untuk mereka.

Gimana setuju?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat: Pendidikan Gratis dan Bebas Perundungan Buka Jalan Generasi Emas

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantaikemiskinan dan membuka peluang mobilitas sosial. Bagi banyak keluargaprasejahtera, akses terhadap pendidikan yang berkualitas sering kali menjaditantangan karena keterbatasan ekonomi maupun lingkungan yang kurangmendukung.Dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerataan akses pendidikanmenjadi agenda yang sangat penting. Negara perlu memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menumbuhkan optimisme di kalangan peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, kesulitan hidup yang dihadapisebagian anak Indonesia tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah dalam meraihcita-cita dan masa depan yang lebih baik.Saat mengunjungi salah satu sekolah di Tabanan, Bali, pada 7 Juni 2026, PresidenPrabowo mendorong para siswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan negara sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Dalampandangannya, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk mengubah nasibindividu sekaligus memperkuat daya saing bangsa.Pesan tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang sebagaiprogram pendidikan gratis. Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk investasisosial yang bertujuan memberikan harapan dan kesempatan baru bagi anak-anakdari keluarga kurang mampu.Selain menekankan pentingnya pendidikan, Presiden juga mengingatkan perlunyamenciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Iamenilai bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang belajar yang sehat tanpatekanan psikologis yang dapat menghambat perkembangan dirinya.Sikap saling menghormati harus menjadi budaya yang tumbuh dalam lingkunganpendidikan. Ketika peserta didik belajar menghargai perbedaan dan berinteraksisecara positif, sekolah akan menjadi tempat yang mendukung tumbuhnya karakteryang kuat dan berintegritas.Pentingnya lingkungan belajar yang bebas perundungan tidak dapat dipandangsebelah mata. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perundungan dapatmemengaruhi kesehatan mental, menurunkan kepercayaan diri, bahkanmenghambat prestasi akademik peserta didik.Komitmen tersebut diperkuat melalui dukungan berbagai pihak dalam mempercepatpembangunan fasilitas pendidikan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, DonyOskaria, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan gratis bagi keluargaprasejahtera. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangunsumber daya manusia yang unggul.Ia memandang bahwa investasi di bidang pendidikan akan memberikan manfaatjangka panjang yang besar bagi pembangunan nasional. Dengan akses yang lebihluas terhadap pendidikan berkualitas, peluang anak-anak dari keluarga kurangmampu untuk meningkatkan taraf hidup akan semakin terbuka.Menurut Dony, sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingandiperlukan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikanyang dibangun benar-benar mampu memenuhi kebutuhan peserta didik.Selain akses dan dukungan kelembagaan, kualitas infrastruktur juga menjadi faktoryang menentukan efektivitas proses pendidikan. Lingkungan belajar yang nyamandan memadai akan membantu peserta didik mengembangkan potensi merekasecara optimal.Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menegaskan bahwa percepatanpembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalammemperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. Menurutnya, penyediaan sarana pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalammewujudkan pemerataan kesempatan belajar.Ia menilai bahwa pembangunan sekolah harus dilakukan dengan standar yang mampu mendukung kebutuhan peserta didik secara maksimal. Infrastrukturpendidikan yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan keseriusan negara dalam mempersiapkan generasi masa depan.Lebih jauh, Dody memandang bahwa fasilitas pendidikan yang berkualitas akanmemberikan dampak sosial yang luas. Kehadiran sekolah yang memadai dapatmenjadi pusat pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat kualitaspendidikan di daerah.Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidakhanya bergantung pada kebijakan pendidikan semata. Dukungan infrastruktur, kolaborasi antarlembaga, dan lingkungan belajar yang sehat menjadi faktor yang saling melengkapi dalam mencapai tujuan program.Di tengah tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapiIndonesia, Sekolah Rakyat menawarkan harapan baru bagi anak-anak dari keluargaprasejahtera. Program ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikansetiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.Dengan demikian, pendidikan gratis yang didukung lingkungan belajar yang amandan bebas perundungan akan menjadi fondasi penting dalam membangun GenerasiEmas Indonesia. Ketika akses pendidikan semakin merata dan setiap anak merasadihargai di lingkungan sekolah, maka peluang untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini