Sejarah Miss Universe dan Pemenang dari Tahun ke Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Miss Universe pertama kali digunakan oleh International Pageant of Pulchritude pada tahun 1926. Kontes ini diadakan setiap tahun sampai 1935, hingga Perang Dunia II membuat acara ini terhenti.

Kontes Miss Universe didirikan pada tahun 1952 oleh Pacific Knitting Mills, perusahaan pakaian dan produsen Catalina Swimwear yang berbasis di California.

Perusahaan tersebut menjadi sponsor kontes Miss America sampai tahun 1951, ketika pemenangnya, Yolande Betbeze, menolak berpose untuk gambar publisitas dengan mengenakan salah satu pakaian renang mereka.

Jadi pada tahun 1952, Pacific Knitting Mills menyelenggarakan kontes Miss USA dan Miss Universe, mensponsori mereka selama beberapa waktu.

Miss Universe pertama diadakan di Long Beach, California pada tahun 1952 dan dijuarai oleh Armi Kuusela dari Finlandia, yang melepaskan gelarnya, meski tidak secara resmi dikarenakan menikah, sebelum masa tugasnya di tahun tersebut selesai.

Donald Trump membeli Miss Universe, Inc., pada tahun 1996 dari ITT Corp. Pada tahun 1998, Miss Universe, Inc. mengganti namanya menjadi Miss Universe Organization, dan memindahkan kantor pusatnya dari Los Angeles ke New York City. Pada tahun 2002 Trump mengajak NBC dan di tahun 2003 melarang kontes ini disiarkan di jaringan TV lain, hingga tahun 2014.

NBC dan Univision membatalkan kontes diselenggarakan pada bulan September 2015 ketika hubungan bisnis dengan Organisasi Miss Universe dan dengan Trump menuai reaksi keras karena komentar politik Trump tentang imigrasi ilegal selama kampanyenya untuk pemilu presiden di Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari penyelesaian hukum, pada bulan September 2015, Trump membeli 50 persen saham NBC sehingga menjadikannya sebagai pemilik tunggal perusahaan. Tiga hari kemudian ia menjual seluruh perusahaan kepada WME/IMG. Setelah perubahan kepemilikan, pada Oktober 2015, Fox dan Azteca menjadi penyiar resmi kontes Miss Universe dan Miss USA. Presiden Miss Universe Organization saat ini adalah Paula Shugart.

Pemenang pertama adalah Armi Kuusela dari Finlandia dan sampai saat ini, Amerika Serikat sudah menang 8 kali; Venezuela 7 kali dan Puerto Riko 5 kali dan beberapa negara lain yang menang dua dan satu kali.

Irene Sáez, Miss Universe 1981, mengikuti pemilihan Presiden Venezuela pada 1998 namun kalah dari Hugo Chávez. Sedangkan Oxana Fedorova dari Rusia, Miss Universe 2002 karena dianggap gagal melaksanakan tugas-tugas keratuannya menyerahkan gelarnya pada Justine Pasek dari Panama yang merupakan runner-up dari Miss Universe tersebut.

Berikut ini adalah pemenang Miss Universe dari tahun 1990 sampai 2021

1. Mona Grudt – 1990
2. Lupita Jones – 1991
3. Michelle McLean – 1992
4. Dayanara Torres – 1993
5. Sushmita Sen – 1994
6. Chelsi Smith – 1995
7. Alicia Machado – 1996
8. Brook Mahealani Lee – 1997
9. Wendy Fitzwilliam – 1998
10. Mpule Kwelagobe – 1999
11. Lara Dutta – 2000
12. Denise Quiñones – 2001
13. Oxana Fedorova (Sementara) dilanjutkan Oleh Justine Pasek – 2002
14. Amelia Vega – 2003
15. Jennifer Hawkins – 2004
16. Natalie Glebova – 2005
17. Zuleyka Rivera Mendoza – 2006
18. Riyo Mori – 2007
19. Dayana Mendoza – 2008
20. Stefanía Fernández – 2009
21. Ximena Navarrete – 2010
22. Leila Lopes – 2011
23. Olivia Culpo – 2012
24. Gabriela Isler – 2013
25. Paulina Vega – 2014
26. Pia Wurtzbach – 2015
27. Iris Mittenaere – 2016
28. Demi-Leigh Nel-Peters – 2017
29. Catriona Gray – 2018
30. Zozibini Tunzi – 2019
31. Andrea Meza – 2020

Reporter: Mala Komala

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini