Sebut Inisial Kekasih, Nikita Mirzani Dituduh Pacari Suami Nindy Ayunda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari seleb sensasional, Nikita Mirzani. Belum lama ini, Nyai, akrab dia disapa menyebutkan inisial nama kekasih barunya.

Nikita menyebutkan inisial ‘A’ sebagai sosok kekasih yang merebut hatinya itu. Namun, ucapannya malah mebuat netizen menuduh nyai menggandeng suami Nindy Ayunda, Askara Parasady.

Lewat salah satu channel di YouTube, Nyai pun membantah tuduhan itu. Ia menegaskan pria berinisial ‘A’ itu bukanlah suami Nindy Ayunda.

“Bukan (Askara), inisial A kan banyak,” kata Nyai.

Ibu tiga anak itu lantas meminta doa terbaik untuk hubungannya dengan sang kekasih.

“Jodoh Tuhan yang atur, gue cuma bisa berdoa semoga ini memang benar dari Tuhan,” ucapnya.

Sebelumnya, Nikita Mirzani menjadi sorotan publik setelah mengaku sudah memiliki kekasih baru. Pasalnya, usai bercerai dengan sang mantan suami, Dipo Latief, Nyai tak kelihatan menggandeng lelaki baru.

Namun, usai didesak membocorkan inisial nama pasangan, Nyai malah dihujani isu tak sedap. Netizen menganggap sosok A yang disebut Nyai adalah suami Nindy Ayunda, Askara Parasady yang kini tengah menjalani hukuman terkait kasus narkoba.

Nyai pun disebut-sebut akan segera menikah di tahun 2022 mendatang. Meski begitu, Nyai masih merahasiakan kewarganegaraan calon suaminya itu.

“Gue mana pernah trauma sih, tahun depan mau menikah iya, Alhamdulillah,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini