Sebut Anies Baswedan Pembohong, Randy ‘Nidji’ Malu Punya Teman Giring

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video Giring Ganesha yang menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pembohong viral. Ucapan eks vokalis ‘Nidji’ itu membuat keyboardis ‘Nidji’, Randy, malu.

Dalam video tersebut, Giring menyebut Anies pura-pura peduli di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak. Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan.

Video Giring itu sempat menjadi trending topic di Twitter. Di akun Twitter Randy, ada netizen yang bertanya apakah malu memiliki teman seperti Giring. Balasan Randy pun cukup mengejutkan.

“Gw cuma kenal yang versi 2002-2012,” cuit Randy, me re-tweet salah satu akun netizen.

Pertanyaan yang hampir sama ditanyakan netizen lainnya. Randy mengaku tak menyimpan lagi nomor kontak Giring.

“Honestly. I don’t even has his number anymore (Jujur, saya tak punya nomor teleponnya lagi),” cuitnya.

Giring dikenal sebagai salah satu vokalis band terbaik di Indonesia. Demi terjun ke dunia politik, dia meninggalkan ‘Nidji’ di 2017.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini