Sebaiknya Makan Malam Sebelum Pukul 19.00

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selain membersihkan muka dan mengganti sarung bantal, terkadang ada satu kebiasaan sepele yang bisa menyebabkan kulit menjadi rusak. Apakah itu?

Ngemil atau makan kudapan di malam hari akan menambah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi gemuk dan perut membuncit. Pada saat tidur, semua sistem yang ada di dalam tubuh kita tidak berjalan dengan sempurna cenderung bergerak melambat. Sehingga kebiasaan ngemil bisa memicu kerusakan kulit seperti menua lebih mudah, kanker kulit dan bahkan permasalahan obesitas.

Saran, sebaiknya makan atau ngemil itu sebaiknya 2 jam sebelum tidur. Terlebih jika makanannya adalah produk makanan yang menghasilkan banyak lemak seperti coklat, susu dan gorengan. Hal ini dapat memicu produksi minyak berlebih sehingga menyebabkan kulit menjadi bruntusan bahkan berjerawat. Makan sebelum tidur membuat rasa tidak nyaman saat berbaring di kasur. Selain itu, asam lambung juga akan naik dan menyebabkan rasa seperti terbakar di hati.

Pukul 17.00 adalah saat untuk mencerna makanan. Sehingga jangan membebani kerjanya dengan mengonsumsi makanan berat atau makan terlalu banyak.

Penelitian Ilmuwan dari University of Texas Southwestern Medical Center menemukan kebiasaan makan yang tidak normal mengganggu jam biologis kulit tikus. Ini menyebabkan melemahnya potensi enzim kulit yang menghalangi radiasi ultraviolet matahari. Meski penelitian ini kepada tikus dan bukan pada manusia. Hal itu tetap memunculkan argumen yang sangat kuat yang menentang makan di larut malam. ”Selain faktor UV, terbukti bahwa makan sebelum tidur (terutama yang mengandung gula) dapat meningkatkan kadar gula darah. Dan ini membuat peradangan. Memperburuk kondisi seperti jerawat dan eksim,” kata Dr Emer, peneliti dari University of Texas.

Saat mengonsumsi makanan asin di malam hari, cairan pun banyak yang terakumulasi dalam darah. Makanan asin seperti gorengan, keripik, makanan siap saji, mengandung banyak garam yang sifatnya menarik cairan atau mengikat air. Hal inilah yang memicu terjadinya bengkak pada wajah.

Akan tetapi, dengan minum air putih kondisi ini dapat berkurang. Ada istilah ramen face atau wajah ramen yang digunakan orang Korea untuk menyebut wajah yang bengkak di pagi hari. Hal ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan makan atau ngemil larut malam yang menyebabkan wajah terlihat lebih bengkak esok pagi.

Jika kalian memiliki rasa lapar yang tak tertahankan pada malam hari, cobalah untuk mengonsumsi buah buahan, sayuran atau roti gandum. Makanan yang kaya anti-oksidan dan vitamin. Tak lupa untuk mengonsumsi air putih dan mengatur jam makan malam agar tubuh dan kulit tetap sehat

Reporter: Fadila Aliah Hakim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini