Sah! Britney Spears dan Sam Asghari Tunangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Kabar gembira datang dari Britney Spears. Wanita 39 tahun itu resmi tunangan dengan sang kekasih, Sam Asghari.

Britney dan Sam mengumumkan pertunangannya di Instagram, Minggu 12 September, setelah menjalani hubungan kurang lebih empat tahun.

Keduanya pertama kali bertemu di lokasi syuting music video Britney, ‘Slumber Party’. Sejak itu, keduanya sering berkomunikasi hingga akhirnya pacaran.

Manajer Sam, Brandon Cohen mengatakan, kliennya dan Britney sangat bahagia dengan pertunangan tersebut.

“Mereka akhirnya meresmikan hubungan yang sudah bersung lama hari ini dan sangat tersentuh oleh dukungan, dedikasi, dan cinta yang diungkapkan kepada mereka,” ujar Cohen, dikutip dari People, Senin 13 September 2021.

Cincin tunangan Brritney dirancang khusus oleh Roman Malayev. Cohen menyebut, Sam sangat puas dengan desain cincinnya. “Dia sangat bahagia bisa terlibat dan membuat cincin istimewa itu,” katanya.

Dalam wawancara pada Maret lau dengan Forbes, Sam, yang merupakan kelahiran Iran, bercerita tentang awal hubungannya dengan Britney dan mengaku siap untuk mengambil langkah berikutnya dalam karier dan hubungannya.

“Prioritas saya dalam hidup adalah tetap rendah hati dan memahami dari mana saya berasal dan ke mana saya akan pergi. Saya ingin membawa karir saya ke langkah berikutnya dalam hal akting,” ujarnya.

“Saya juga ingin membawa hubungan saya ke langkah berikutnya. Saya tidak keberatan menjadi seorang ayah. Saya ingin menjadi ayah muda,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini