Astaghfirullah, Ayah Taqy Malik Dituding Paksa Istri Hubungan Seks saat Datang Bulan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ayah influencer Taqy Malik, Mansyardin Malik, dituduh melakukan penyimpangan seksual dengan memaksa sang istri berhubungan intim saat datang bulan.

Istrri Mansyardin, Marlina Octoria, tak hanya diminta berhubungan seks saat datang bulan, dia juga diminta berhubungan intim melalui dubur atau anal. Mansyardin dan Octoria menikah secara sirri pada Hari Raya Idul Adha lalu.

“Nggak sampai dua bulan (menikah) adik saya ini cerita, saat menstruasi ada dugaan ada penyimpangan seksual yang tidak diajarkan oleh agama, yang diharamkan oleh agama,” ujar kakak Octoria, Yohannes Steven.

Octoria, yang disebut baru belajar mendalami agama Islam, terpaksa memenuhi permintaan Mansyardin dengan dalil diperbolehkan agama.

“Saya udah bilang saya nggak mau, dia bilang nggak apa-apa kok. Katanya di agama, ulama sebagian menghalalkan dan mengharamkan, tapi dia memaksakan itu ke saya,” kata Octoria.

Yohannes tak habis pikir dengan perilaku Mansyardin yang jelas-jelas permintaannya itu diharamkan agama Islam. Apalagi sang adik juga diminta berhubungan intim melalui anal.

“Adik saya baru belajar agama, namanya baru belajar itu masih gampang dibodoh-bodohin. Dia bicaranya akan dibimbing seolah-olah bapaknya Taqy Malik ini ahli dengan agama, ya merasa dibohongkanlah adik saya. Istri dengan keadaan haid, dia menyimpang seksual, ini sudah tidak manusiawi,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini