Remaja Kecanduan Masturbasi, Begini Cara Mengatasinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masturbasi merupakan salah satu kegiatan seksual yang dapat mendatangkan perangsangan erotis. Kegiatan masturbasi ini meliputi menyentuh atau merangsang bagian tubuh sensitif, dengan tujuan mendapatkan kepuasan seksual.

Tidak hanya dilakukan oleh pria saja, masturbasi pun dapat dilakukan oleh wanita. Umumnya kegiatan masturbasi dilakukan sebagai bentuk penghilang stress dan penyaluran hasrat seksual. Namun, jika dilakukan tanpa kendali yang baik, masturbasi dapat menimbulkan rasa kecanduan.

Kecanduan masturbasi ini marak terjadi di kalangan remaja. Dimana mereka belum memiliki kontrol yang baik terkait masturbasi, dan ditambah dengan mudahnya akses yang digunakan untuk merangsang hasrat seksual.

Jika terus dibiarkan, permasalahan masturbasi pada remaja ini akan berdampak sangat fatal. Maka dari itu, berikut ini cara mengatasi kecanduan masturbasi untuk remaja:

1. Menghindari Tontonan Pornografi

Pornografi diciptakan sebagai salah satu upaya untuk mendatangkan perangsangan seksual. Seseorang yang secara terus-menerus menonton berbagai tontonan pornografi mulai dari majalah, film, gambar-gambar, dan situs porno, dapat memicu rasa ingin melakukan masturbasi tanpa usai. Maka dari itu, cara pertama yang dapat kamu lakukan untuk menghindari kegiatan masturbasi adalah dengan menghindari rangsangan seksual lewat pornografi.

2. Menyibukkan Diri dengan Kegiatan Positif

Saat sedang melakukan banyak aktivitas, pikiran kita cenderung lebih terfokus untuk menjalankan aktivitas tersebut. Berbagai hal tidak penting biasanya akan dengan mudah terabaikan begitu saja. Maka dari itu, kamu dapat mengatasi kecanduan masturbasi dengan menyibukkan diri melalui berbagai kegiatan positif.

Agar tidak memicu stress yang dapat membuatmu melakukan masturbasi lagi dan lagi, usahakan untuk menciptakan kegiatan positif yang memang kamu sukai. Hal ini untuk membuatmu dirimu merasa lebih nyaman dan tidak sampai stress.

3. Banyak Berinteraksi dengan Orang Lain

Cara selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecanduan masturbasi adalah dengan banyak berinteraksi bersama orang lain. Pasalnya, saat sedang banyak berinteraksi kamu cenderung kekurangan waktu untuk dirimu sendiri. Dengan begitu, keinginan untuk melakukan masturbasi pun akan terabaikan.

Agar tidak salah langkah, pilihlah lingkungan yang memang baik dan positif untuk diikuti. Hal ini untuk menghindari dirimu sendiri terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.

4. Mengindari Banyak Waktu Sendirian Di Dalam Kamar

Masturbasi biasanya dilakukan dibeberapa tempat privasi, salah satunya kamar pribadi. Mengatasi rasa kecanduan masturbasi yang selalu bergejolak saat kamu sedang sendirian di dalam kamar, kamu dapat melakukan cara seolah kamar adalah tempat untuk tidur semata.

Kamu dapat memulai dengan menghindari atau mengurangi waktumu bersantai di dalam kamar. Karena semakin kamu memiliki banyak waktu luang di dalam kamar, keinginan untuk melakukan masturbasi pun tidak akan terelak-kan.

5. Rajin Berolahraga

Cara lainnya yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi kecanduan masturbasi adalah dengan rajin berolahraga. Pasalnya, dengan beolahraga perasaan akan lebih bahagia dan pikiran dapat lebih berpikir positif. Sehingga rasa ingin melakukan masturbasi pun dapat terabaikan. Kamu dapat memulai rutin berolahraga untuk mengatasi keinginan masturbasimu.

Reporter: Rini Apriliani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini