Kecanduan Pornografi, Ini Deretan Efek yang Mengintaimu!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seiring perkembangan jaman, industri film porno terus mengalami kemajuan. Untuk cara mengaksesnya pun kian mudah saja. Tanpa peringatan umur, baik tua mapun muda dapat dengan mudah mengaksesnya.

Dewasa ini, banyak orang yang semakin kecanduan film porno. Selain untuk membangkitkan hasrat seksual, menonton film porno pun dirasa dapat mengatasi rasa bosan. Padahal, dibalik tontonan tersebut, ada banyak dampak negatif yang setara dengan kecanduan narkotika.

Berikut ini beberapa efek yang akan terjadi jika seseorang kecanduan film porno:

1. Merusak Fungsi Otak Tengah

Dr. Boyke Dian Nugraha, SPoG, MARS mengatakan, seseorang yang mengalami kecanduan akibat menonton film porno dapat merusak fungsi otak tengahnya. Dimana dalam tubuh terdapat beberapa bagaian otak, yakni bagian kiri dan kanan. Bagian otak kiri lebih bersifat pada matematika dan logika, sedangkan bagian otak kanan lebih bersifat pada art dan bahasa.

Diantara dua bagian otak tersebut, terdapat jembatan penghubungan yang bisa dikatakan sebagai otak tengah. Seseorang yang mengalami kecanduan pornografi tidak akan dapat menyambungkan kedua bagian otak tersebut. Antara logika dengan art dan bahasanya tidak akan pernah bisa sejalan.

2. Kesulitan untuk Berkonsentrasi

Selanjutnya, seseorang yang secara terus-menurus terfokus menonton film porno dapat berakibat pada kesulitan untuk berkonsentrasi. Pasalnya, fokus perhatian selalu pada film porno dan ia akan mengalami kesulitan berkonsentrasi di luar pembahasan film porno.
Baik remaja maupun dewasa, kesulitan berkonsentrasi ini dapat berakibat fatal, seperti: menurunnya prestasi belajar pada remaja maupun hilangnya fokus untuk mengerjakan pekerjaan pada orang dewasa.

3. Menurunnya Rasa Percaya Diri

Seperti halnya film dengan genre lainnya, film porno pun dilengkapi dengan sebuah skenario agar berjalan sesuai yang diinginkan. Skenario pada film porno dibuat melampaui kemampuan seseorang agar dapat mengundang ketertarikan penonton dan hasrat seksual.

Seseorang yang kecanduan film porno akan mulai membandingkan dirinya dengan tokoh dalam film tersebut. Perbandingan yang dilakukan ini dapat berakibat pada menurunnya rasa kepercayaan diri. Akan selalu ada rasa kurang yang dirasakan seorang pecandu pornografi terkait dirinya sendiri.

4. Melakukan Tindakan Kriminal

Film porno yang selama ini ditonton dapat mengubah perilaku seseorang. Telah banyak kasus terkait tindakan kriminal akibat kecanduan menonton film porno.

Pada kasus ini, seseorang yang kecanduan akan film porno akan melihat orang lain sebagai objek seksualnya. Cara pandangnya yang berbeda ini dapat membuat seseorang mulai melancarkan aksi untuk melakukan tindakan kriminal. Tindakan kriminal tersebut meliputi pelecehan seksual yang kini marak terjadi.

5. Disfungsi Ereksi

Selain beberapa akibat di atas, kecanduan film porno pun dapat membuat seseorang mengalami disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi merupakan gangguan fisik atau psikologi yang membuat seseorang kesulitan untuk mencapai kepuasaan seksual.

Seseorang yang mengalami kecanduan film porno ini akan hidup dengan fantasi seksual yang tidak sesuai realitasnya. Pada dunia nyata, jika pasangan tidak memberikan sesuatu sesuai fantasinya, maka hasrat seksualnya bisa memudar.

Reporter: Rini Apriliani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini