Rekomendasi Tempat Thrifting yang Wajib Dikunjungi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Thrifting atau belanja barang-barang bekas sangat digandrungi oleh generasi milenial. Selain menawarkan barang dengan harga miring, thrifting juga memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka yang melakukannya. Terlebih, saat menemukan “harta karun” ditengah tumpukan barang yang ada.

Berkat perkembangan teknologi, thrifting banyak dilakukan secara online. Para penjual mejajakan barang dagangannya lewat media sosial atau e-commerce. Langkah ini dinilai praktis sebab penjual dan pembeli tidak perlu bertemu secara langsung, mereka hanya perlu bertransaksi melalui ponselnya masing-masing.

Tapi, tak sedikit dari pecinta thrifting yang memilih untuk datang langsung ke toko. Dengan mengunjungi toko, mereka bisa melihat kualitas dari produk itu sendiri.

Lalu, dimana saja tempat yang wajib disambangi ketika ingin thrifting? Cekidot!

1. Pasar Senen Blok III

Berlokasi di Jakarta Pusat, Pasar Senen Blok III sudah menjadi surga bagi anak thrift. Meski sempat mengalami kebakaran pada 2014, pemerintah membangun kembali pasar ini dan meningkatkan fasilitas di dalamnya.

Terdapat ratusan pedagang yang menjual dagangannya di Pasar Senen Blok III. Meski begitu, pakaian menjadi komoditi utama di pasar ini.

Dengan budget yang pas-pasan, kalian bisa membeli banyak pakaian untuk di mix and match. Di pasar ini banyak pakaian yang dijual dengan harga terjangkau. Contohnya, dengan uang Rp 35.000 kalian bisa membeli celana atau pun kemeja di sana.

2. Metro Atom Plaza

Selain Pasar Senen, ternyata ada tempat lain yang menjadi primadona bagi anak thrift di Jakarta. Sama-sama terletak di Jakarta Pusat, Metro Atom Plaza berada di Pasar Baru.

Tidak hanya menjual pakaian bekas saja, di sini kalian bisa mendapatkan pakaian sisa ekspor. Tentunya, dengan harga yang tidak membuat kantong kering. Perbandingan harga barang yang dijual di Metro Atom Plaza pun tidak jauh berbeda dengan Pasar Senen.

3. Cimol Gedebage

Walaupun bernama “cimol”, pasar ini bukan tempat khusus menjual makanan berbentuk bulat itu. Dipanggil demikian sebab dahulu pasar ini berada di Jalan Cibadak dan dikenal sebagai Cibadak Mal (Cimol).

Hingga pada tahun 2000-an, pasar ini pindah ke daerah Gedebage tepatnya Jalan Soekarno-Hatta, Rancasari, Bandung. Banyak dari Youtuber yang sudah bertandang ke pasar yang terletak di Bandung Timur itu. Disana, banyak dari mereka yang membeli pakaian dengan harga yang ramah di kantong.

4. Tugu Pahlawan

Untuk kalian yang tinggal di sekitar Surabaya, wajib datang ke tempat thrift yang satu ini. Lokasinya tak jauh dari Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya. Masyarakat setempat kerap menyingkat tempat ini menjadi TP Pagi.

Dikatakan pagi, karena pada dasarnya tempat ini merupakan pasar kaget yang hadir setiap hari Minggu pagi mulai pukul 06.00 hingga selesai. Di TP Pagi, terdapat ratusan pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya, termasuk pedangangan pakaian bekas.

Reporter: Diani Ratna Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini