Bebas Kuman, Begini Cara Membuat Pakaian Thrift-mu Jadi Bersih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekarang sedang booming yang namanya pakaian thrift yang disukai kalangan muda. Biasanya pakaian thrift merupakan barang bekas yang masih layak pakai. Namun belum tahu barang thrift bersih atau tidak.

Pakaian thrift biasanya merek branded tapi harganya murah, tapi ada juga beberapa barang impor sisa produksi. Selain menghemat biaya pengeluaran, tapi juga bisa mencegah limbah tekstil yang sudah menumpuk.

Barang bekas seperti ini dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit yang berpengaruh terhadap kulit karena tidak tahu dulunya digunakan bagaimana atau barang yang sudah menumpuk dan di simpan dalam waktu lama.

Meski begitu, sebaiknya pembeli lebih jeli dan selektif dalam memilih pakaian. Namun, kalian bisa mencegah penyakit akibat membeli pakaian thrift dengan berbagai langkah berikut.

1. Merebus pakaian sebelum dicuci

Alangkah baiknya, sebelum mencuci pakaian thrift yang kalian beli direbus terlebih dulu untuk membunuh bakteri yang menempel pada pakaian. Bakteri akan mati apabila berada di suhu yang panas.

Pertama, panaskan air di panci berukuran cukup besar yang sekiranya bisa menampung pakaian yang kalian beli. Jika sudah mendidih masukkan pakaiannya dengan api yang masih menyala. Cukup direndam selama 10-15 menit saja.

Tapi, jika kalian takut akan merusak warna pakaiannya, kalian bisa pindahkan ke tempat wadah dan merendamnya menggunakan air panas. Biasanya, warna air bisa berubah karena kotoran yang menempel.
Jika dirasa masih kurang bersih atau kotoran masih menempel, kalian bisa mengulang prosesnya hingga air tidak keruh.

2. Merendam dengan antiseptik

Sangat dianjurkan bagi kalian yang membeli pakian thrift merebusnya kembali menggunakan cairan antiseptik. Merebus pakaian dengan antiseptik dapat membersihkan pakaian dengan optimal, bahkan dari proses perebusan pakaian sebelumnya. Cairan antiseptik memang memiliki kandungan yang tepat untuk membunuh kuman, virus dan bakteri.

3. Merendam semalaman menggunakan deterjen

Merendam semalaman menggunakan deterjen adalah opsi jika kalian tidak mempunyai cairan antiseptik. Setelah proses perebusan, rendam pakaian di dalam air menggunakan deterjen yang lembut. Rendam selama semalam, noda maupun kuman akan hilang.

4. Menggunakan cairan khusus untuk membersihkan noda

Pakaian thrift memang tidak 100% bersih, terkadang ada noda membandel yang susah dihilangkan. Biasanya, noda yang sudah lama menempel sulit untuk dibersihkan.

Jika noda bekas seperti makanan bisa mencucinya atau menggosokannya lebih lama akan membuat noda tersebut hilang. Tapi, jika noda seperti tinta kalian bisa menggunakan carian khusus untuk menghilangkan noda tinta pada pakaian.

Maka dari itu, perlu untuk menyediakan cairan khusus pembersih noda tertentuk untuk mempermudah pekerjaan.

5. Mencuci menggunakan tangan

Jika pakaian kalian tidak mau rusak, salah satu caranya adalah mencuci menggunakan tangan. Karena dengan cara ini kalian bisa memastikan segala noda dan kotoran hilang. Sebaiknya, menggunakan sikat gigi bekas juga untuk menghilangkan noda. Tapi, cukup cuci dan gosok secara perlahan.

Jangan mencampurkan pakaian thrift dengan pakaian yang lain saat sedang mencuci, bisa saja kotoran yang masih menempel di pakaian thrift akan mengenai pakaian yang lain.

6. Gunakan pelembut dan pewangi pakaian

Biasanya, pakaian thrift mengeluarkan bau kurang sedap akibat menumpuk lama di gudang atau tidak dicuci oleh pemilik sebelumnya. Makanya, setelah pakaian dicuci, jangan lupa menggunakan pelembut dan pewangai pakaian agar bau yang kurang sedap tersebut hilang dari pakaian.

7. Jemur pakaian di bawah sinar matahari

Setelah proses pencucian, sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari. Pastikan pakaian mendapatkan sinar matahari saat dijemur. Karena sinar matahari membantu proses sterilisasi alami agar pakaian bebas dari kuman dan bakteri sisa proses pencucian. Pakaian harus benar-benar kering agar tidak menimbulkan bau apek.

8. Digosok menggunakan suhu tinggi

Biasanya kuman dan bakteri bisa mati terkena suhu panas. Kalian bisa menggunakan suhu yang panas saat proses penyetrikaan untuk memastikan bakteri dan kuman hilang sempurna.

Sebelum itu, pastikan dulu pakaiannya memiliki bahan yang mampu menahan suhu panas. Kalau pakaiannya memang tidak bisa disetrika atau bahannya tidak pahan panas, cukup menggunakan suhu yang hangat untuk membuatnya menjadi licin dan lebih rapi.

Reporter: Laita Nur Azahra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini