Patah Hati Nasional, Adipati Dolken Siap Nikahi Canti Tachril Jumat Depan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor tampan Adipati Dolken tampaknya akan menambah panjang deretan selebritis yang sukses bikin netizen patah hati. Pasalnya, beredar kabar bahwa bintang film Teman Tapi Menikah ini akan menikahi sang kekasih, Canti Tachril pada 18 Desember 2020 mendatang.

Kabar tersebut disampaikan oleh salah seorang sumber dari pasangan tersebut melalui keterangan pers pada Kamis, 10 Desember 2020. Mereka menyampaikan bahwa prosesi pernikahan akan diselenggarakan secara tertutup mengingat masih di tengah wabah Covid-19.

“Kami meminta maaf sebelumnya dikarenakan kabar ini belum bisa menjadi undangan untuk teman-teman media sekalian. Dikarenakan kondisi pandemi yang belum kunjung membaik,” kata keterangan pers dari pasangan ini.

Meski begitu, Adipati dan Canti tetap mengucapkan terima kasih untuk para penggemar dan kerabat yang selalu mendukungnya dan pasangan. Aktor berusia 29 tahun itu juga meminta doa restu kepada masyarakat.

“Mohon doa restu dari teman-teman semua untuk keluarga baru kami,” tulis keterangan pers tersebut.

Adipati Dolken dan Canti Tachril menjalin asmara usai terlibat dalam project film Teman Tapi Menikah 2. Dalam fim tersebut, Canti berperan sebagai sahabat Ayudia Bing Slamet yang diperankan oleh Mawar De Jongh.

Sebelumnya, mantan kekasih Vanesha Prescilla ini juga sudah menggelar prosesi lamaran pada 18 September lalu. Acara tersebut dilakukan secara tertutup dan sangat privasi.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini