Proses Syuting ‘Black Panther: Wakanda Forever’ Terhambat Karena Beberapa Alasan Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Rupanya produksi syuting ‘Black Panther 2’ alami banyak hambatan. Setelah terjadinya cedera yang dialami Letitia Wright (yang memerankan Shuri), kini ada aktor lainnya dan kru terinfeksi Covid-19.

Melansir dari Hollywood Reporters, beberapa kru dan pemain termasuk Lupita Nyong’o baru aja dikabarkan positif Covid-19. Padahal mereka masih memiliki sekitar empat minggu untuk jadwal syuting yang tersisa.

Kru ‘Black Panther 2’ tengah melanjutkan produksi syuting setelah sempat tertunda pada November 2021. Hal tersebut dikarenakan salah satu aktornya, Letitia Wright mengalami cedera.

Wright mengalami cedera saat proses syuting pada Agustus lalu. Dengan demikian, syuting disetop sementara dan dimulai lagi di awal 2022.

Wright bergabung dengan Marvel Cinematic Universe sebagai Shuri, penemu jenius dan adik perempuan T’Challa yang diperankan almarhum Chadwick Boseman di ‘Black Panther’ tahun 2018.

Sementara itu, salah satu artis dari film Marvel ini, Winston Duke (yang memerankan M’Baku) telah mendapatkan kenaikan gaji. Menurut rumor yang beredar, hal tersebut dikarenakan Winston yang berperan agak besar dalam film tersebut.

‘Black Panther: Wakanda Forever’ dijadwalkan akan tayang di bioskop-bioskop pada 11 November 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini