Pihak Agensi Bantah Rumor Chanyeol EXO, SM Entertainment: Penyebar Hoaks akan Ditindak Secara Hukum

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Belakangan ini salah satu member EXO, Chanyeol, dirumorkan telah ‘bertindak kasar’ pada seorang influencer wanita. Namun baru-baru ini pihak agensi membantah rumor itu.

Melansir dari Soompi, SM Entertainment selaku pihak agensi menyatakan pernyataan resminya pada 27 April 2022 terkait rumor Chanyeol EXO. Mereka membantah rumor tersebut melalui pernyataan resminya itu.

Sebelumnya ‘Real Granny’ Channel S menampilkan seorang pesepeda wanita dan YouTuber yang mengungkapkan bahwa ia diancam oleh idola terkenal saat mengemudi.

“Suatu kali, aku mengendarai skuter kecil dalam perjalanan ke tempat kerja dan sebuah mobil asing dengan sengaja mengemudi dengan cara yang mengancam. Aku merasakan bahaya, jadi aku menghindari mobil, (tapi pengemudinya) tiba-tiba membuat gerakan kasar dengan jarinya,” kata YouTuber itu.

Saat mobilnya berhenti untuk menunggu lampu lalu lintas berganti warna, YouTuber itu mengaku melihat pria yang mengemudi mobil itu adalah idola terkenal. Hingga rumor itu pun muncul secara online dan tersebar.

Rumor itu menyatakan bahwa Chanyeol EXO merupakan idola yang disebutkan oleh YouTuber itu. Namun pihak SM Entertainment menglarifikasi bahwa sosok dalam video itu bukanlah Chanyeol.

“Kendaraan itu benar-benar berbeda dari mobil milik Chanyeol. Kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap penyebaran informasi palsu,” kata SM Entertainment.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini