Pidato RM BTS di MAMA 2020 yang Curhat Gak Diundang Waktu Masih Rookie Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Mnet Asian Music Awards (MAMA) 2020 baru saja berlangsung pada 6 Desember 2020 lalu. Hebatnya, dari 61 kategori, BTS (Bangtan Boys) mendapatkan 8 penghargaan.

BTS mendapat penghargaan seperti Artist of the Year, Song of the Year, Album of the Year, Worldwide Icon, Best Dance Performance: Male Group, dan banyak lagi. Setiap kategori yang dimenangkan mereka pun memberikan pidatonya.

Pidato sang leader, RM (Rap Monster), yang mengenang masa-masa rookie BTS ketika mereka tidak diundang ke MAMA jadi sorotan. Pemilik nama Kim Nam Joon itu mengatakan, “Ini adalah satu-satunya upacara penghargaan yang tidak mengundang kami saat kami masih pemula.”

Rupanya RM mengaku sempat iri pada mereka yang menghadiri MAMA. Kini ia begitu terharu karena BTS menerima penghargaan sebesar itu.

“Kami benar-benar ingin datang ke upacara penghargaan ini, dan kami iri pada mereka yang hadir. Namun sekarang, kami menerima banyak penghargaan besar. Aku sangat terharu,” ungkap pemilik nama Kim Namjoon itu.

Meski mendapat banyak penghargaan, RM pun merasa tak enak hati. Ia berbagi penyesalannya karena mendengar kabar baik seperti itu ketika banyak orang mengalami masa sulit.

“Hatiku berat memikirkan bahwa kita mendengar kabar baik selama masa sulit. Kuharap kita bisa bekerja keras dan bertemu lagi dengan senyuman,” tuturnya.

Banyak netizen yang bereaksi terhadap pengakuan RM bahwa BTS tidak diundang sebagai pendatang baru dengan komentar seperti “Sekarang, mereka memohon kalian untuk datang,” “BTS sekarang diterima di mana-mana,” dan, “BTS tumbuh begitu banyak selama bertahun-tahun.”

Selamat untuk BTS!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini