Penulis ‘Our Blues’ Ungkap dari Awal Sengaja Pisahkan Kisah Cinta Shin Min Ah dan Kim Woo Bin

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Seperti yang sudah diketahui, Shin Min Ah dan Kim Woo Bin telah menjalin asmara selama lebih dari lima tahun bahkan sempat dirumorkan akan menikah pada November 2021 lalu. Kini mereka akhirnya masuk dalam satu proyek drama bersama yang berjudul ‘Our Blues’.

Melansir dari Allkpop, penulis naskah Noh Hee Kyung mengungkapkan bagaimana dia berhasil merekrut Shin Min Ah dan Kim Woo Bin dalam drama yang sama. Melalui konferensi pers pada 7 April 2022, Hee Kyung menyatakan bahwa mereka akan memiliki garis cinta yang berbeda.

“Kami dari awal berpikir Shin Min Ah dan Kim Woo Bin akan menolak jika dicasting menjadi pasangan, jadi kami menawarkan mereka karakter yang garis cintanya terpisah dan mereka pun menerimanya,” katanya.

Pihak tim produksi berpikir bahwa kedua artis ini memutuskan ikut proyek ini karena mereka merupakan artis yang hebat dan santai. Jadi mereka tidak mengkhawatirkan masalah itu.

Drama ‘Our Blues’ ini akan dibintangi oleh deretan artis ternama dan terbilang mahal biaya sewanya. Dramanya akan mulai tayang pada 9 April 2022 pukul 19.10 WIB di layanan streaming Netflix.

Sebelumnya, Shin Min Ah dan Kim Woo Bin sempat dirumorkan akan menikah pada November 2021 lalu. Tapi hingga sampai detik ini, pihak agensi dari keduanya belum merilis pernyataan resmi terkait rumor tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini