Penuh Tekanan, Meghan Markle Hampir Bunuh Diri saat Tinggal di Kerajaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meghan Marke kembali buka-bukan soal kehidupannya saat menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris. Belum lama ini, ia mengatakan bahwa dirinya sempat hampir bunuh diri saat tinggal di Istana.

Ia mengungkap pemikiran itu dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada Minggu, 7 Maret 2021. Saat itu, Winfrey menanyakan pada Markle soal adakah keinginan bunuh diri selama menjadi anggota kerajaan.

“Ya, itu sangat jelas dan sangat nyata, dan saya tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Itu yang saya pikirkan pada malam hari dan saya sangat ketakutan,” ucap Markle menjawab pertanyaan Winfrey.

Bukan tanpa alasan, keinginan itu Markle ungkapan lantaran dirinya merasa dibungkam dan terisolasi. Pemikiran itu pun ia sampaikan pada Pangeran Harry dan membuat sang suami jadi khawatir.

“Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya juga sangat terpuruk, tapi saya ingin selalu ada untuknya,” ucap Harry.

Tak sampai di situ, Markle juga depresi lantaran anggota kerajaan mengkhawatirkan warna kulit anaknya. Mengingat Markle merupakan wanita berdarah Afrika-Amerika.

Sementara itu, Pangeran Harry juga sempat mengatakan hal serupa pernah terjadi pada sang ibu, Putri Diana. Ibunya pernah merasa tertekan dengan aturan kerajaan yang begitu mencekik.

“Namun, yang berbeda bagi saya adalah elemen ras ini. Semuanya bukan hanya tentang Meghan. Ini juga tentang apa yang ia wakili. Jadi, ini semua tak hanya berdampak kepada istri saya, tapi juga banyak orang lain,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini