Penonton ‘Miracle in Cell No.7’ Tembus 4,2 Juta, Salip ‘Pengabdi Setan’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Film ‘Miracle In Cell No.7’ sudah mencapai 4,2 juta penonton lebih per Jumat 23 September 2022. Pencapaian itu melewati torehan ‘Pengabdi Setan’ (2017).

Film yang dibintangi Vino G. Bastian itu menempati posisi kedelapan film terlaris di Indonesia dengan menyalip ‘Pengabdi Setan’ karya Joko Anwar.

“Terima kasih, karena tanpa dukungan dan semangat dari kalian semua hingga jumlah penonton bisa sebanyak ini. Alhamdulillah,” tulis akun Instagram Falcon Pictures.

“Terima kasih atas kerja keras para pemain juga crew yang sudah mewujudkan film yang indah ini dan bisa dinikmati oleh semua umur diseluruh Indonesia,” katanya.

“Mari selalu dukung perfilman tanah air dan saling menghargai dengan tidak melakukan pembajakan yang merugikan banyak pihak. Sekali lagi Terima Kasih.”

‘Miracle in Cell No 7’ merupakan film adaptasi judul sama dari Korea Selatan. Versi Indonesianya mengisahkan tentang seorang ayah, Dodo Rozak (Vino G. Bastian). Dia orang berkebutuhan khusus yang hidup berdua dengan anaknya, Kartika (Graciella Abigail/Mawar de Jongh).

Selalu ada untuk sama lain, membuat Dodo dan Kartika merasa bahagia akan kehidupan mereka. Namun, sayangnya kebahagiaan keluarga Dodo tak bertahan lama akibat adanya ujian yang harus dihadapi oleh Dodo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih Tumbuh dari Kebutuhan Warga

Oleh: Yusuf Rinaldi*Pembangunan ekonomi desa terus menjadi prioritas pemerintah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintahmemastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu, ibu rumah tangga menikmatiharga sembako yang terjangkau, pelaku usaha mikro memiliki akses pasar yang lebih luas, serta masyarakat desa semakin mudah menjangkau layanan keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkankesejahteraan, memperkuat kemandirian desa, dan mendorong pemerataanpembangunan sesuai potensi masing-masing wilayah.Keseriusan itu tampak jelas sejak awal. Dalam rapat terbatas bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini