Pengendara Motor Merapat, Ini Tips Agar Tidak Dehidrasi Saat Menjalani Puasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengendara motor yang harus berkegiatan di luar bisa mengalami dehidrasi bila tubuh kekurangan cairan. Terlebih saat menjalani puasa, pola makan dan minum yang berubah memicu kekurangan cairan pada tubuh. Imbasnya, kepala akan mengalami pusing.

Maka ada beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan bagi pengendara motor, berdasarkan laman resmi Federal Oil.

Pertama, Dokter Umum Rumah Sakit Usada Insani Tangerang, Dr Meirda Retna Kencana, menyarankan untuk mengonsumsi cairan minimal dua liter saat puasa.

“Untuk pekerja berat atau melelahkan, seperti kurir atau Ojol, sebaiknya mengonsumsi air mineral 2 sampai 4 liter,” kata Meirda.

Kedua, ketika makan sahur juga sebaiknya menghindari makanan yang asin. Hal ini disebabkan garam yang berpengaruh terhadap cairan di tubuh.

Bila mengonsumsi banyak makanan asin, bisa menyebabkan cepat haus.

Ketiga, cara mengantisipasinya dengan mengonsumsi buah yang mengandung banyak air seperti melon, semangka dan jeruk.

Dengan makan buah saat berbuka dan sahur, tubuh bisa memperoleh vitamin dari buah sehingga mendapatkan pasokan air yang cukup saat puasa.

Keempat, jika bekerja sebagai kurir atau Ojol, bisa dengan mencari tempat untuk beristirahat yang teduh. Tidak hanya sekedar teduh, namun cukup lembab.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini