Pengakuan Mengejutkan Brad Pitt Idap Penyakit Langka

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Kabar mengejutkan datang dari Brad Pitt. Aktor ‘Mr and Mrs Smith’ itu mengaku mengidap penyakit langka.

Dalam sebuah wawancara, Pitt menduga dia mengidap prosopagnosia, sebuah penyakit langka yang menyebabkan orang tidak bisa mengenali wajah. Tapi, dia tidak pernah seacara resmi didiagnosis penyakit tersebut.

Gangguan ini biasanya hadir saat lahir dan akan mempengaruhi penderita hampir sepanjang hidup mereka. Pitt mengatakan, dia kesulitan mengenali orang yang membuatnya khawatir bahwa penyakit itu membuat orang lain melihatnya sebagai penyendiri dan egois.

“Tidak ada yang percaya pada saya. Saya ingin bertemu orang lain,” ujar Pitt, dikutip dari Fox, Jumat 8 Juli 2022.

Ini bukan pertama kali Pitt mengaku mengidap penyakit langka tersebut. Hal serupa pernah dia utarakan beberapa tahun lalu.

“Begitu banyak orang membenci saya karena mereka pikir saya tidak menghormati mereka. Saya sering disebut egois dan sombong. Tapi ini semua misteri. Saya tidak dapat mengenali wajah. Saya akan melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini