Pemain Film ‘Kadet 1947’ Berkunjung ke Cilegon, Gelar Acara Nonton Bareng

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemain dan produser film ‘Kadet 1947’ mengunjungi kota Cilegon menggelar nonton bareng karyawan Krakatau Steel (KS), Rabu 1 Desember 2021.

Acara nonton bareng itu digelar di Bioskop Transmart, Cilegon. Sebelum menggelar acara nobar, para pemain ‘Kadet 1947’ yang diwakili oleh sang Produser Tesadesrada Ryza dan juga pemeran Jenderal Soedirman Indra Pacique serta Ramadan Al Rasyid sebagai Abdul Rahman Saleh, terlebih dahulu melaksanakan ngobrol santai bersama media-media lokal banten.

Direktur Utama KSP, Ridi Djajakusuma memberikan apresiasi kepada segenap crew Film Kadet 1947 yang bergenre drama heroik berdurasi 110 menit tersebut. Ia berharap pesan moral semangat nasionalis mencintai NKRI yang disampaikan lewat film ini bisa diresapi oleh segenap karyawan yang berada dalam lingkungan Krakatau Steel termasuk anak perusahaannya Krakatau Steel Properti (KSP).

“Kami sangat mendukung hadirnya Film Kadet 1947 ini dengan cara menggelar ngobrol bersama media dan dilanjutkan nobar bersama seluruh jajaran direksi dan karyawan. Saat ini tidak banyak film Indonesia yang mau mengusung tema patriot dan nasionalisme,” ujarnya.

“Dari film ini, kita mendapatkan pesan dan pembelajaran moral mengenai pentingnya semangat kerjasama, cinta tanah air, mempunyai keberanian dalam bertugas dan rela berkorban untuk kepentingan Bangsa dan Negara,” katanya.

Sebelum nobar dimulai, Produser Tesadesrada Ryza mengulas bahwa film ‘Kadet 1947’ menjadi satu-satunya film nasional bertemakan sejarah yang rilis tahun ini. Harapannya, para pecinta film di Indonesia juga bisa bangga dan menikmati karya anak bangsa.

“Terima kasih atas sambutan hangat dan antusiasnya serta dukungan dan menfasilitasi kehadiran Kadet 1947 di Kota Cilegon. Kegiatan ini sekaligus juga untuk mendekatkan diri kepada pecinta film di Kota ini,” ucapnya.

“Kadet 1947 memang berbeda dan terbilang nekat karena kami harus bersaing dengan genre lainnya di lanskap sinema asing maupun lokal saat ini. Namun kami yakin Kadet 1947 bisa mendapat tempat dihati pecinta film di Indonesia. Kami mencoba menawarkan daya tarik lain mulai dari ide cerita yang merupakan sejarah kecil atau petite historis, termasuk dalam unsur sinematografi, dan visualnya,” ungkapnya.

Dia berharap ke depan film Indonesia terus bangkit dan juga bisa menjadi tuan rumah yang baik di negeri sendiri, terlepas dengan suguhan genre filmnya yang berbeda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini