‘Pachinko’ Jadi ‘Drama Korea Terbaik 2022’ Sebelum Dramanya Rilis

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama yang diadaptasi dari buku 2017 dengan judul yang sama karya Lee Min Jin ini mulai debut dengan ulasan yang luar biasa. Drama ini pun menjadi ‘drama Korea terbaik’ untuk tahun ini.

Melansir dari Koreaboo, drama yang dibintangi oleh Youn Yuh Jung yang legendaris, Kim Min Ha, dan Lee Min Ho, ini telah mendapatkan gelar “drama terbaik tahun ini” oleh majalah Inggris NME.

Dengan penayangan drama Korea dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, NME mendapatkan akses untuk menontonnya terlebih dahulu. Mereka menjelaskan mengapa drama itu begitu inovatif.

Meskipun drama tersebut berlangsung di tiga garis waktu yang berbeda dari kehidupan karakter utama Sun Ja. Majalah tersebut memujinya karena drama itu “meluncur bolak-balik melalui garis waktu tanpa menjadi kacau atau berbelit-belit.”

Drama ini juga berbicara tentang poin penting dari sejarah Korea.

Pachinko berlatar belakang tahun 1910, ketika Korea diduduki oleh Jepang. Dengan fokus pada “kehidupan penduduk Zainichi, atau orang Korea yang beremigrasi ke Jepang selama pendudukan.”

Mengikuti beberapa generasi keluarga ke tahun 1980-an, bergerak antara New York dan Tokyo juga. Drama ini menerima pujian karena menangani topik sensitif seperti itu dengan penceritaan dan akting yang luar biasa.

Sementara itu, drama ini akan tayang perdana pada 25 Maret 2022. ’Pachinko’ akan langsung menayangkan tiga episode sekaligus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini