Nonton Bola di Stadion, Crazy Rich Malang Masuk Media Turki

Baca Juga

MATA INDONESIA, MALANG – Crazy Rich Malang, Gilang Widya Pramana masuk pemberitaan salah satu media Turki saat menonton langsung pertandingan sepak bola derbi antara Galatasaray dan Fenerbahce.

Gilang memposting foto dirinya di Instagram yang masuk di salah satu media Turki sedang menonton langsung pertandingan sepak bola antara Galatasaray melawan Fenerbahce.

Uniknya, Gilang tidak memakai atribut salah satu klub yang bertanding. Dia memakai jersey klub miliknya, Arema Malang.

Dalam captionnya, Gilang mengaku kaget sekaligus senang dirinya masuk dalam media Turki.

“Cuma sekedar datang ke stadion, nonton dan menikmati panasnya pertandingan derby Istanbul. Tiba2 bisa masuk media di Turki,” tulis Gilang.

“Perasaan seneng sekaligus sedih. Seneng bisa masuk media di Turki, sedih karena gak ngerti isi beritanya. Temen-temen tolong artikan ya,” katanya.

Di pertandingan panas dengan tensi tinggi itu, Fenerbahce mampu mengalahkan Galatasaray dengan skor 2-1. Dua gol Fenerbahce dicetak Mesut Ozil dan Miguel Crespo. Gol tunggal Galatasaray dicetak Muhammed Kerem Akturkoglu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini