Nggak Sulit Kok, Begini Cara Atasi Anak Rewel

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam dunia parenting, menenangkan anak yang rewel di usia balita memang sulit. Selain perlu sabar dalam menghadapinya, ada kalanya kita perlu menerapkan beberapa poin ini.

Balita cenderung belum bisa mengartikan ekspresi emosinya. Hal itu akan membuat kita tambah sulit memahaminya kalau mereka belum pandai berbicara. Biasanya anak rewel karena lapar dan haus. Apalagi jikalau anak sedang sakit.

Selain itu, anak juga merasa tidak nyaman dengan lingkungan di sekitarnya. Ini yang harus orang tua lakukan jika anak tiba-tiba rewel:

  1. Jika anak sudah berteriak dan menangis, jangan ditambah dengan omelan ya bunda. Sebaiknya sebagai orang tua tetap bersabar dan menunggu si anak mengeskpresikan emosinya hingga selesai.
  2. Tunggu sampai emosi anak mereda.
  3. Setelah itu, berikan pelukan dan beritahu pada anak emosi apa yang baru saja ia ekspresikan. Agar dia mengerti emosi apa yang baru saja ia keluarkan. Itulah sebabnya ketika anak sering berteriak, ia merasakan ada gejolak tak nyaman pada dirinya.
  4. Ajaklah anak untuk mengobrol dengan cara yang fun. Jelaskan pula maksud dari larangan Anda dengan bahasa yang bisa dimengerti anak.
  5. Komunikasikan pada anak kenapa anak harus melakukan apa yang Anda inginkan. Seperti menyuruhnya untuk mandi, sikat gigi, makan, dan sebagainya.
  6. Dengan begitu, sudah pasti saat itu anak tidak lagi merengek.

Begitulah cara mengatasi anak yang sedang rewel. Semoga tips singkat ini bisa membantu Anda dalam mendidik anak tanpa harus ada kekerasan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini