Bahaya! Ini Jenis-jenis Penyimpangan Seksual yang Wajib Tahu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Publik tengah digegerkan dengan aksi ayah Taqy Malik, Mansyardin yang diduga melakukan penyimpangan seksual pada sang istri siri, Marlina Octoria. Beredar kabar sang istri dipaksa melakukan hubungan seksual melalui anal.

Hal itu dilakukan saat Marlina tengah datang bulan. Ia terus dibujuk rayu oleh Mansyardin untuk melakukan hubungan seks tak lazim itu.

Sementara itu, kasus penyimpangan seksual pernah terjadi dan menggemparkan publik. Salah satunya kasus Gilang Bungkus yang memuaskan fetishnya dnegan membungkus para korban.

Lantas, apa sebenarnya penyimpangan seksual itu?

Penyimpangan seksual merupakan kelaina yang dialami seseorang untuk memenuhi hasratnya. Faktornya pun beragam salah satunya bisa karena trauma masa kecil.

Penyimpangan seksual pun tak bisa dibiarkan dan berbahaya. Lebih lanjut, ada beberapa jenis penyimpangan seksual yang harus kamu ketahui.

Yuk simak!

  1. Voyeurism

Voyeurism adalah kelainan yang dialami ketika seseorang merasa bergairah dan terangsang ketika mengintip atau menonton tanpa sepengetahuan seseorang yang sedang telanjang, berganti baju, atau sedang melakukan kegiatan seksual.

Orang yang mengidap Voyeurism dapat mengganggu privasi orang lain di dalam rumah, ruang ganti, atau area yang seharusnya menjadi ruang privat. Pelaku Voyeurism juga sering merekam atau memotret kegiatan seksual orang lain tanpa izin.

2. Exhibitionism

Orang yang mendapatkan kepuasan dan keinginan seksual dengan memperlihatkan genital mereka. Tak jarang pula mereka melakukan masturbasi di hadapan orang yang ia inginkan.

Pada dasarnya, mereka membutuhkan reaksi seperti terkejut atau diperhatikan orang lain. Namun, biasanya mereka tidak menginginkan kontak seksual sehingga jarang melakukan kekerasan seperti perkosaan.

3. Frotteurism

Frotteurism adalah jenis penyimpangan seksual yang berfantasi dan memiliki dorongan seksual yang kuat untuk menyentuh payudara, kaki, bokong, atau genital orang lain tanpa persetujuan. Biasanya mereka akan menggesekkan penis mereka ke orang lain dari belakang.

Para pengidapnya menyukai kegiatan seksual yang privat, namun dilakukan di ruang publik. Maka, berhati-hati ya!

4. Pedophilia

Penyimpangan seksual pedophilia ditandai dengan fantasi seksual keinginan, atau perilaku seksual yang intens dan berulang, melibatkan anak-anak dibawah 13 tahun.

Beberapa pengidap pedofil juga tak hanya tertarik kepada anak-anak saja, namun ada pula yang juga tertarik kepada orang dewasa.

Dari sebagian besar kasus, biasanya pelaku adalah orang yang telah dikenal anak, seperti orang tua, kerabat, guru, atau tetangga.

5. Fetishm

Fetishism adalah penggunaan sebuah objek atau bagian tubuh nongenital untuk merangsang hasrat seksual.

Orang yang memiliki fetish biasanya dapat terstimulasi secara seksual dengan beberapa cara seperti memakai, memegang, meraba, atau mengendus objek seperti sepatu wanita dan lingerie.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini