Naskah Sudah Rampung, Film ‘Dune: Part 2’ akan Segera Syuting

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Akhirnya, sutradara Denis Villeneuve memberikan kabar gembira terkait ‘Dune: Part 2’ pada penggemar setianya. Ia kembali muncul ke publik untuk mengonfirmasi bahwa sekuelnya tengah dalam ‘persiapan penuh’ dengan naskah skenario yang sudah rampung.

Melansir dari Collider, Denis mengatakan bahwa naskah sekuelnya telah rampung. Kini ia bersama tim kreatifnya tengah bersiap untuk segera memulai produksi ‘Dune: Part Two’.

“Itu akan terus kami kerjakan sampai filmnya benar-benar selesai, tapi aku cukup dengan hal itu. Naskahnya sudah berada di tanganku. Saat ini kami tengah mempersiapkan (produksi) semuanya,” kata Denis.

Ini merupakan proses yang cepat mengingat bagian dua ini baru dapat ‘lampu hijau’ saat akhir 2021 lalu dibalik kesuksesan besarnya. Meski Denis tak menjelaskan lebih lanjut mengenai jadwal produksinya, tapi cukup jelas bahwa tahap pengembangannya sudah hampir selesai.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekuelnya akan ‘mirip’ dengan film pertamanya.

“Skenarionya sebagian besar sudah selesai, tapi selalu ada pekerjaan yang tengah berjalan. Ini akan menjadi pekerjaan yang tengah berlangsung sampai potongan terakhir,” lanjutnya.

Sementara itu, film ‘Dune: Part Two’ dijadwalkan akan tayang di bioskop pada 20 Oktober 2023. Nantinya dalam sekuel film ini akan ada aktor baru untuk melakoni karakter, yakni Florence Pugh dan Austin Butler.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini