Na In Woo Lagi Negosiasi untuk Proyek Drama Baru Setelah ‘Jinxed At First’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Na In Woo baru saja ditawarkan untuk segera membintangi drama baru. Aktor ini baru saja menyelesaikan dramanya bersama Seohyun SNSD, ‘Jinxed At First‘.

Melansir dari Soompi, aktor tersebut telah dikonfirmasi baru-baru ini untuk membintangi drama baru KBS yang berjudul ‘See You After Work’ (judul sementara).

Menanggapi laporan tersebut, pihak agensinya (Cube Entertainment) pun mengklarifikasi bahwa kabar tersebut benar adanya. Aktornya tengah meninjau tawaran tersebut saat ini.

“Na In Woo menerima tawaran (untuk membintangi) ‘See You After Work’ dan saat ini tengah meninjau tawaran tersebut,” kata Cube Entertainment.

Drama ‘See You After Work’ ini merupakan adaptasi dari web novel dengan judul yang sama. Kisahnya menceritakan seorang wanita yang menikahi pria yang sudah meninggal.

Wanita itu jatuh cinta dengan hantu pengantinnya tersebut. Ceritanya berputar pada kesalahpahaman, konspirasi, dan kejahatan.

Kabarnya Na In Woo akan memerankan Han Sung Joong yang merupakan CEO dari perusahaan rintisan, Air Balance.

Sementara itu, aktor ini juga sudah membintangi berbagai drama KBS. Termasuk ‘River Where the Moon Rises’ dan drama terbarunya ‘Jinxed at First‘.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini