Mengenang Love Me Do, Single Perdana The Beatles

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Hari ini, menjadi momen peringatan debut perdana bagi The Beatles. Salah satu band kenamaan Inggris ini dianggap membantu mengubah budaya Inggris yang semula Swinging 60-an menjadi band rock.

Kala itu 5 Oktober 1962, Grup band dari Liverpool yang beranggotakan empat orang ini, meluncurkan single perdana yang berjudul Love Me Do. Lagu tersebut kemudian mencatatkan sejarah dengan menduduki peringkat #17 di Top Twenty.

Dikutip dari berbagai sumber, Love Me Do jadi sejarah yang membawa grup musik beranggota empat anak muda Liverpool ini menjadi legenda dalam perjalanan musik dunia.

Diketahui, lagu ini direkam sebanyak 3 kali dengan 3 drummer berbeda. The Beatles, dengan Pete Best yang menjadi drummer saat itu, merekamnya sebagai bagian dari audisi EMI-nya.

Dari tanggal 4 September, Best digantikan oleh Ringo Starr (produser George Martin tak menyetujui permainan drum Best), dan pada hari itu, The Beatles dengan Starr merekam versi yang ditujukan untuk peluncuran singel.

Seminggu kemudian, pada tanggal 11 September, The Beatles kembali ke studio dan menemukan bahwa Martin tak puas dengan permainan drum Starr dan telah meminta drummer sesi Andy untuk bermain drum di sesi itu; Starr hanya bermain rebana di samping.

Debut lagu ini bukan saja sebagai album rekaman perdana dari The Beatles tetapi juga merupakan lagu hit pertama mereka di jagat permusikan dunia.

Love Me Do diciptakan dan ditulis bersama John Lennon dan Paul McCartney. Lirik lagu dan musik dari “Love Me Do” direkam oleh Studio Abbey Road, London yang kemudian makin tersohor.

Studio itu kemudian dibuat terkenal oleh grup tersebut sebagai judul rekaman panjang mereka yang bersampulkan foto ikonik hingga kini, keempat personel Beatles melintas di atas zebra cross, Abbey Road.

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini